Malang (beritajatim.com) – Tim pengabdian dari Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan pelatihan pembuatan sabun madu organik di Kuala Lumpur. Kegiatan yang menargetkan para siswa di Sanggar Binaan Indonesia ini sebagai wujud nyata komitmen UM dalam membekali generasi muda Indonesia di luar negeri dengan keahlian praktis yang bermanfaat.
Program pengabdian masyarakat luar negeri ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Evi Susanti, S.Si., M.Si., bersama mahasiswa pascasarjana dari program studi pendidikan biologi UM. Fokus utama dari kegiatan ini adalah menanamkan life skill atau kecakapan hidup yang kreatif dan berpotensi menjadi bekal di masa depan pada akhir Agustus 2025 lalu.
Prof. Evi Susanti menekankan bahwa tujuan utama program ini lebih dari sekadar mengajarkan cara membuat sabun. Melalui pelatihan pembuatan sabun madu, tim ingin anal di Indonesia di Malaysia memiliki keterampilan baru yang bisa dibawa nanti ke Indonesia.
“Ini bukan hanya tentang produk, tetapi tentang pemberdayaan dan kreativitas,” jelasnya Prof Evi Susanti kepada beritajatim.com, Selasa (16/9/2025).
Prof. Evi juga menguraikan dasar-dasar ilmiah di balik pembuatan sabun alami. Ia menyoroti manfaat madu sebagai bahan tambahan yang kaya akan nutrisi untuk kesehatan kulit, memberikan nilai tambah pada produk yang dihasilkan.
Kegiatan pelatihan dirancang secara interaktif dan praktis. Sesi dimulai dengan penyampaian materi mengenai prinsip dasar dan manfaat sabun organik. Tak lama kemudian, para peserta langsung diajak untuk mempraktikkan setiap langkah, mulai dari menakar dan mencampur bahan, hingga proses pencetakan dan menghias sabun.

“Antusiasme tinggi terlihat jelas dari para siswa yang aktif mengikuti seluruh rangkaian acara di bawah bimbingan tim UM. Inisiatif ini menegaskan peran UM sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berkontribusi aktif dalam penguatan kapasitas masyarakat Indonesia di tingkat global, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan,” tegas Prof Evi.
Apresiasi datang dari Ketua Sanggar Binaan Indonesia di Malaysia, Azhar Padli Rahman. Menurutnya, program semacam ini memiliki dampak yang sangat positif bagi para siswa yang memiliki akses terbatas terhadap pelatihan keterampilan.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Selain menambah keterampilan baru, kegiatan ini memberikan harapan bagi para siswa. Pelatihan seperti ini sangat langka bagi mereka di sini,” ujar Azhar. (dan/kun)






