Lumajang (beritajatim.com) – Upaya penanggulangan bencana erupsi Gunung Semeru terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya, Tim Reaksi Cepat BBTKLPP Surabaya bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang.
Tugas tim gabungan itu, menyusun penilaian cepat masalah kesehatan atau Rapid Health Assesment (RHA) untuk identifikasi kebutuhan dasar yang memerlukan respon dan ketanggap daruratan segera. Tim dibagi beberapa titik. Mulai Posko Pengungsian di Balai Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro dan Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo di Kabupaten Lumajang.
Upaya penanggulangan bencana yang telah dilakukan antara lain menilai fasilitas kesehatan terdampak, koordinasi lintas sektor di tingkat kabupaten, pelayanan psikososial bagi anak-anak, penyediaan posko kesehatan di setiap pengungsian.
Sementara tugas khusus BBTKLPP Surabaya yakni, melakukan pemeriksaan kualitas udara ambien dan udara ruang serta pengawasan kualitas makanan dan air bersih di lokasi pengungsian.
[berita-terkait number=”5″ tag=”erupsi-semeru”]
Kualitas udara di zona kawasan terdampak erupsi Semeru ini, diukur guna mengetahui kadar debu dan gas berbahaya di udara yang dilakukan selama 24 jam. Adapun pengamanan makanan dilakukan dengan pemeriksaan sampel makanan pagi untuk melihat kandungan nitrat, nitrit, boraks, formalin, dan E. coli. Tim RHA BBTKLPP Surabaya melakukan pengendalian faktor risiko dan implementasi solusi Teknologi Tepat Guna.
Hasilnya, diperlukan antara lain pemenuhan desinfektan terkait kewaspadaan pandemi COVID-19 dan risiko gangguan kesehatan akibat keracunan makanan. Pemenuhan kebutuhan sanitasi antara lain kaporit, PAC dan aquatab, termasuk kebutuhan jangka panjang pasca penanggulangan bencana erupsi. Serta perlunya tata kelola bantuan dan logistik dan pemisahan dengan lokasi para pengungsi.
Selanjutnya, akan dilakukan penguatan lintas sektor sehingga lebih tegas dalam penerapan protokol kesehatan di posko pengungsian, baik untuk pengungsi, relawan, maupun petugas. Serta memindahkan posko pengungsian ke lokasi yang lebih luas dan menyediakan lokasi khusus untuk logistik dan bantuan bencana. Serta fasilitasi pengiriman kebutuhan logistik kesehatan lingkungan.
BBTKLPP Surabaya sejak hari Senin (6/12/2021) telah mengirimkan dukungan logistik serta pengiriman berupa hygiene kit, lysol, kaporit, PAC, masker bedah, hand sanitizer, dan insektisida.
Analis Laboratorium BBTKLPP Surabaya, Arifah Hendra, mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan kualitas udara ambien dan udara ruang serta pengawasan kualitas makanan dan air bersih di lokasi pengungsian.
Kualitas udara diukur untuk mengetahui kadar debu dan gas berbahaya di udara yang dilakukan selama 24 jam. “Ini pemeriksaan kualitas udara. Adalagi pemeriksaan kualitas makanan. Itu samplenya dari dapur umum,” kata Arifah, Jumat (10/122021).
Sedangkan pengamanan makanan dilakukan dengan pemeriksaan sampel makanan pagi untuk melihat kandungan nitrat, nitrit, boraks, formalin, dan E. coli. “Itu nanti kita setiap makan tiga kali, itu kita ambil samplenya. Jadi satu hari tiga sample semua dapur umum kita periksa,” ujarnya.
Hasil dari pemeriksaan ini nantinya akan dianalisa terlebih dahulu di laboratorium. Selanjutnya, hasil analisa dan evaluasi akan dilaporkan ke Kemenkes Pusat.
“Jadi setiap hari kita melaporkan hasil-hasil pemantauan. Karena memang kita tidak boleh kosong. Harus secara bergantian itu harus selalu ada dan standby kita mengambil sample kualitas udara selama posko pengungsian ini masih ada orangnya ini,” pungkasnya. (yog/kun)






