Surabaya (beritajatim.com) – Ambisi Tim Bola Voli Indonesia untuk meraih medali emas di ajang ASEAN University Games (AUG) 2024 kandas. Indonesia harus mengakui kegagahan Thailand di babak final.
Dalam babak penentuan tersebut, Thailand berhasil menundukkan dua perwakilan Indonesia sekaligus, yakni tim putra dan tim putri. Dua tim voli Indonesia ini sama-sama dipaksa menelan pil pahit, dalam tiga set.
Di set pertama, tim voli putri Indonesia tertinggal tipis 21-25. Kemudian di set kedua, Indonesia kembali mengalami kekalahan 17-25, dan di set ketiga Indonesia harus mengakui kekuatan Thailand dengan skor 18-25.
Pelatih Tim Bola Voli Putri Indonesia Pedro Lilipaly mengakui jika level kekuatan timnya masih berada di bawah Thailand. Sebab, menurutnya Thailand memiliki program regenerasi yang cukup baik.
“Thailand regenarsinya banyak. Seperti pertandingan ini, ada pemain Sea Games Kamboja 2023, ada tiga-empat orang. Hanya saja mereka cadangan, karena Thailand lebih bagus seniornya,” katanya, Senin (1/7/2024).
Ia mengungkapkan, tim telah mencoba meredam serangan Thailand untuk membalikkan keadaan. Namun upaya tersebut belum berhasil. Salah satu faktor yang mempengaruhi kedalaman timnya adalah jadwal Pro Liga yang berbenturan dengan AUG 2024.
“(Gelaran AUG 2024) ini juga kan berbenturan sama Pro Liga. Sebenarnya pemain Indonesia itu banyak. Tapi kalau saya ditunjuk memegang tim, ya, saya siap, karena itu perintah,” kata Pedro.
Sementara itu, tim voli putra Indonesia juga mengalami nasib yang sama. Mereka harus kalah dari Thailand dalam tiga set. Di set pertama, Indonesia kalah 26-24, lalu di set kedua dan ketiga Indonesia takluk dengan skor 25-16.
“Kalau kita melihat keterampilan bermain, sudah bagus. Dibanding pertandingan di awal sampai kemarin, ini bagus. Sudah ada peningkatan meskipun ending-nya kita kalah,” ujar Muhammad, Pelatih Voli Putra Indonesia.
Muhammad mengungkapkan, level cara bermain timnya masih berada di bawah Thailand. Hal itu dipengaruhi salah satunya oleh jam terbang para pemain yang mayoritas belum pernah bermain di level internasional.
“Evaluas kita memang jam terbang anak-anak. Baru dua yang internasional, selebihnya belum pernah. Ini bagian edukasi kita bersama,” ungkapnya.
Dengan hasil ini, baik tim voli Indonesia putra maupun putri harus finish di urutan kedua atau hanya meraih medali perak. Sedangkan Thailand berhak menerima medali emas berkat kegagahannya. [ipl/but]






