Banyuwangi (beritajatim.com) – Bappenas (Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional) turun langsung ke Banyuwangi. Tujuan mereka yakni menggali ide untuk menyusun roadmap kebijakan pertanian digital nasional.
Bahkan, tim yang ditunjuk oleh Bappenas menggelar Forum Group Discussion (FGD) di Banyuwangi yang diikuti sejumlah stakeholder. Pembahasannya meliputi mengembangkan sektor pertanian, khususnya terkait pemanfaatan teknologi untuk pertanian ke depan.
“Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang digelar FGD untuk mendapatkan masukan dan ide-ide bagi Bappenas. Kami paparkan apa-apa saja yang sudah dilakukan Banyuwangi dan apa saja yang sekiranya dibutuhkan Banyuwangi ke depan untuk mengembangkan sektor pertanian, khususnya terkait pemanfaatan teknologi untuk pertanian ke depan,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Selasa (28/11/2023).
Ipuk mengaku mengembangkan sektor pertanian menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab Banyuwangi. Salah satunya adalah isu regenerasi petani.
BACA JUGA: Gadis Banyuwangi Jadi Young Ambassador Agricultulture Kementerian Pertanian 2023
“Maka kita perlu cara kreatif untuk melahirkan generasi muda petani yang inovatif, visioner, melek teknologi. Maka dari itu sejak 2018 membuat program Jagoan Tani, yang mengajak para milenial menggeluti bisnis pertanian dengan segala subsektornya,” kata Ipuk.
Lewat ini, anak-anak muda peserta Jagoan Tani mengikuti program inkubasi bisnis dengan mentor-mentor dan praktisi yabg bergerak di bidang pertanian. Disediakan modal usaha ratusan juta rupiah bagi mereka yang terbaik.
“Kami juga menggelar program Jagoan Digital bagi anak-anak muda yang tertarik mengembangkan bakat dan minatnya. Kami dorong mereka mengembangkan teknologi pertanian juga,” kata Ipuk.
BACA JUGA: Bupati Banyuwangi Lantik Badan Wakaf Indonesia, Pesannya Harus Bisa Digital
Head of Innovation Universitas Brawijaya, Dias Satria, menjelaskan bahwa kedatangan mereka untuk melakukan penyusunan roadmap agriculture technology yang akan diserahkan ke Bappenas. Hasilnya akan menjadi bahan masukan bagi pemerintah pusat untuk mengakselerasi agriculture technology Indonesia ke depan.
“Kami memilih Banyuwangi, karena daerah ini memiliki banyak inovasi dan komitmen pemerintah yang kuat dalam mendorong pemanfaatan teknologi pertanian berbasis digital,” urainya.
Tim Bappenas yang datang ke Banyuwangi terdiri dari berbagai unsur. Antara lain tim dari Australian Centre of Agricultural Research (ACIAR), Badan Inovasi Pertanian Australia ‘Beanstalk’s’, dan Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (ICASEPS) Kementerian Pertanian, serta dari akademisi Universitas Brawijaya. [rin/suf]






