Jember (beritajatim.com) – Selama dua hari berturut-turut, 3-4 November 2025, sekolah-sekolah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, melaksanakan tes kemampuan akademik (TKA). Ternyata tidak seseram yang dibayangkan.
Mariman Darto, Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sempat mengunjungi SMA Negeri 2 dan SMK Negeri 2 di Kabupaten Jember untuk memantau penyelenggaraan TKA, Selasa (4/11/2025).
Para siswa mengerjakan tes mata pelajaran Bahasa Indonesia, matematika, dan sama Bahasa Inggris padsa hari pertama. Sementara untuk hari kedua, mereka diperbolehkan memilih mata pelajaran yang disuikai.
“Saya lihat peserta antusias. Memang agak deg-degan, tapi kemarin. Hari ini ada komentar sangat bagus dari teman-teman peserta, bahwa karena yang diujikan mata pelajaran pilihan, mereka senang dan tidak deg-degan seperti kemarin,” kata Mariman.
MengikutiTKA memang bukan kewajiban bagi siswa saat ini. “Diharapkan mereka menghadapinya dengan jujur dan gembira. Tidak perlu ada tekanan apapun. Kalau ada bangunan kesadaran dalam dirinya bahwa mengikuti TKA ini penting untuk capaian di level perguruan tinggi, mereka akan bersungguh-sungguh,” kata Mariman.
Kejujuran menjadi kunci penting dalam TKA. Sebelum mengikuti TKA, para siswa diminta menandantangani pernyataan pakta integritas.
“Kalau memang terbukti tidak jujur, akan ada teguran tertulis. Ini juga dilakukan oleh penyelenggara pendidikan dan ini diatur sangat ketat. Nilainya juga akan di apa dinolkan,” kata Mariman.
Kescha Al-Zahra Arfiyan, salah satu siswa SMAN 2 Jember, mengatakan, setiap pagi ada bimbingan belajar dari guru untuk menghadapi TKA. Namun tak urung dia kaget juga pada hari pertama. “Apa yang dipelajari semalam enggak ada besoknya. Matematikanya bisa dibilang sulit daripada simulasi sebelumnya,” katanya.
Ini berbeda dengan tes hari kedua. “Kalau sekarang mudah dipahami, karena memang pilihan kesukaan kita juga. Jadi mudah dipelajari,” kata Kescha.
Diva juga merasa tes matematika yang dihadapinya pada hari pertama sulit. “Mengecoh banget rasanya. Kemarin tuh masih deg-degan bawaannya kayak cemas. Kalau sekarang mengerjakannya lebih let it flow aja,” katanya. [wir]






