Pacitan (beritajatim.com) – Tersangka utama kasus korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro yang menyeret salah satu bank unit di Tegalombo, Pacitan, hingga kini masih buron. Suyanto, pria yang diketahui menjabat sebagai perangkat Desa Ploso, diduga menjadi otak dari praktik korupsi yang merugikan negara hingga Rp1,6 miliar tersebut.
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Pacitan, Yusaq Djunarto, mengungkapkan bahwa timnya terus melakukan pengejaran terhadap Suyanto. Informasi terakhir menunjukkan keberadaan yang bersangkutan sempat terdeteksi di Johor, Malaysia, sebelum kemudian diduga melarikan diri ke Thailand.
“Dari biro hukum intelijen Kejaksaan Agung, atase kejaksaan di negara sahabat, serta Interpol sedang melakukan pencarian. Suyanto memang sulit terdeteksi, dan perkembangan detail belum bisa kami sampaikan ke publik,” ujar Yusaq ditulis Minggu (20/4/2025).
Dalam modus operandi yang dijalankan, Suyanto diduga mencatut identitas sejumlah warga Desa Ploso untuk mengajukan kredit KUR tanpa sepengetahuan mereka. Ia memalsukan dokumen, termasuk Surat Keterangan Usaha (SKU), seolah-olah diterbitkan oleh kepala desa.
Kasus ini terkuak setelah 47 warga tiba-tiba menerima tagihan dari bank atas kredit yang tidak pernah mereka ajukan. Nilai pinjaman yang dibebankan pun mencapai angka miliaran rupiah.
Kejaksaan Negeri Pacitan sebelumnya telah menangkap satu tersangka lain, Sulastri, di Bandara Soekarno-Hatta pada 3 Oktober 2024. Meski Suyanto masih melarikan diri, proses hukum tetap berjalan. Persidangan digelar secara in absentia, atau tanpa kehadiran terdakwa.
“Jika tersangka tidak hadir, sidang tetap dilanjutkan. Hak-haknya tetap diberikan, tetapi kalau tidak dimanfaatkan, persidangan tetap berjalan sesuai hukum yang berlaku,” jelas Yusaq.
Dalam sidang sebelumnya terungkap bahwa praktik korupsi ini berlangsung sejak 2020 hingga 2022. Majelis hakim bahkan meminta jaksa untuk menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak bank dan kepala desa terkait penerbitan SKU palsu.
Sementara itu, keberadaan uang hasil tindak pidana tersebut masih menjadi misteri. Dana yang telah dicairkan dipastikan telah digunakan, namun belum diketahui pasti untuk keperluan apa. (tri/but)






