Malang (beritajatim.com) – Krisis air bersih yang menimpa warga Desa Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang segera teratasi.
Hal Itu setelah tersambungnya jaringan proyek Sistem Penyediaan air minum (SPAM) di wilayah Malang Selatan. Proyek tersebut sebagai tindak lanjut instruksi Bupati Malang HM Sanusi dalam mengatasi terjadinya krisis air bersih setiap tahunnya bagi warga Malang Selatan.
“Krisis air bersih di Desa Sumbermanjing Wetan ini terjadi sejak desa ini berdiri tahun 1901 silam,” terang Kepala Desa Sumbermanjing Wetan, Drs.Sujono, Rabu (15/5/2024).
Kata Sujono, sesuai dengan namanya, Sumbermanjing yang berarti, sumber mata air disini tidak bisa stabil. Karena selain terdiri dari gugusan gunung, kondisi tanah di Sumbermanjing Wetan ini tandus dan berkapur.
“Didalam tanah itu juga terdapat beberapa rongga, sehingga tanah disitu tidak bisa menyimpan endapan air atau biasa disebut sumber mata air,” ucap Sujono.

Sujono menjelaskan, jelang terealisasinya proyek SPAM yang kini masuk tahap pengerjaan tandon air di Dusun Tlogosari, sudah tercatat sebanyak 1.165 calon pelanggan pengguna air bersih dibawah pengelolaan PDAM unit Sumbermanjing Wetan. Rincinya, 265 untuk pelanggan lama dan 900 orang calon pelanggan baru.
“Jumlah itu masih bisa bertambah, yaitu dengan terdatanya para pemilik toko di seputaran pasar Sumbermanjing Wetan nanti,” tegasnya.
Guna mengatasi krisis air bersih di desa berpenduduk 3.800 jiwa itu, Sujono yang menjabat Kades Sumawe sejak tahun 2018 sudah berupaya mencari terobosan untuk pengeboran sumber mata air.
Meski pernah terealisasi dari PU Sumber Daya Air, tetapi proyek kebutuhan pokok bagi umat manusia itupun ternyata masih gagal.
“Atas nama warga Sumbermanjing Wetan, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Malang HM. Sanusi. Karena atas usulan Bupati Malang kepada pemerintah pusat, masyarakat di wilayah Malang Selatan khususnya akan sangat terbantu dengan terealisasinya proyek SPAM dari Kaligoro ini. Terlebih lagi pada situasi dan kondisi musim kemarau yang melanda,” ujarnya.
Sujono juga mengajak warga Sumawe untuk bersama-sama melakukan perawatan proyek air bersih semakimsimal mungkin.
“Agar proyek inpres yang diperlakukan secara cuma-cuma kepada masyarakat nanti bisa tahan lama, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Desa Sumbermanjing Wetan, kedepan untuk bersama-sama melakukan perawatan. Karena air bersih ini bukan hanya kita manfaatkan saat ini, tetapi juga untuk anak cucu generasi selanjutnya,” Sujono mengakhiri. (yog/ted)






