Makkah (beritajatim.com) – Jemaah haji Indonesia yang terpisah dari rombongan saat beraktivitas di Masjidil Haram diimbau untuk tetap tenang dan segera menuju titik-titik strategis di area pelataran untuk menemui petugas Seksi Khusus (Seksus).
Langkah ini merupakan bagian dari protokol perlindungan jemaah yang disiapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI guna memastikan keselamatan jemaah di tengah padatnya arus ibadah di Kota Suci.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, hingga Rabu (6/5/2026), dinamika pergerakan jemaah di Makkah terus meningkat signifikan.
Tim Seksus Masjidil Haram kini disiagakan secara masif untuk menangani kendala lapangan, mulai dari jemaah yang kebingungan arah jalan pulang hingga laporan barang hilang.
Anggota Tim Seksus Masjidil Haram, dokter Irwan Mustafa, menjelaskan bahwa petugas sengaja disebar di titik-titik krusial agar mudah dijangkau oleh jemaah.
Begitu menerima laporan, tim akan melakukan pengecekan identitas secara cepat dan mengoordinasikan pengantaran jemaah kembali ke kloter masing-masing melalui terminal bus yang telah ditentukan.
“Pagi ini kami didatangi jemaah yang melaporkan kehilangan rombongan. Ada juga yang ketinggalan barang. Semuanya sudah kami tangani. Petugas menyebar di berbagai titik strategis,” kata Irwan saat ditemui di area Masjidil Haram.

Panduan Waktu Ibadah bagi Jemaah Lansia
Mengingat jumlah jemaah lanjut usia (lansia) pada musim haji 1447 H/2026 M mencapai sekitar 44.000 orang, pemerintah menetapkan regulasi waktu ibadah yang lebih ketat.
Hal ini dilakukan karena suhu udara di Makkah yang fluktuatif antara 37 hingga 39 derajat Celsius dapat membahayakan kondisi fisik jemaah berisiko tinggi.
PPIH Arab Saudi Daker Makkah mewajibkan jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan komorbid untuk melaksanakan umrah wajib hanya pada pagi hari (sebelum terik matahari) atau malam hari. Pengaturan jadwal ini bertujuan untuk menjaga stamina jemaah sebelum memasuki fase puncak haji di Armuzna mendatang.
Statistik Kedatangan Jemaah di Makkah
Berdasarkan data Kemenhaj, hingga Selasa (5/5/2026), tercatat sebanyak 30.328 jemaah dari 77 kelompok terbang (kloter) telah tiba di Makkah. Mereka merupakan gabungan dari berbagai embarkasi, termasuk Surabaya, Solo, Yogyakarta, dan Balikpapan yang bergerak dari Madinah secara bertahap.
Tingginya kepadatan jemaah dari berbagai penjuru dunia menuntut setiap individu untuk lebih waspada dan selalu membawa kartu identitas atau mengenakan gelang jemaah.
Bagi jemaah yang membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk mendekati petugas yang menggunakan seragam resmi Kemenhaj RI yang bersiaga di sepanjang jalur utama keluar-masuk Masjidil Haram. [ian/MCH]






