Ponorogo (beritajatim.com) – Ancaman satwa liar kembali menyusup ke permukiman warga di wilayah perdesaan Ponorogo. Kali ini, seekor ular berbisa ditemukan berada di dalam rumah warga Desa Wotan, Kecamatan Pulung. Hal itu pun langsung memicu kepanikan satu keluarga yang terjadi pada Kamis (22/1/2025) dini hari tersebut.
Peristiwa itu terjadi saat sebagian besar warga terlelap. Sekitar pukul 02.20 WIB, laporan darurat diterima Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ponorogo, terkait keberadaan ular di dalam rumah. Ular tersebut diketahui berjenis banjang taring (Boiga Cynodon) dengan panjang kurang lebih 2 meter. Ular itu, dikenal memiliki taring belakang dan bisa dengan tingkat ringan hingga sedang.
Situasi di lokasi tidak mudah. Ular sempat lolos dari pengamatan dan bergerak menuju kebun belakang rumah warga, yang dipenuhi semak dan tanaman rimbun. Kondisi ini memaksa petugas melakukan penyisiran ekstra hati-hati selama hampir satu jam.
Pemilik rumah, Fendi Agus (35), mengungkapkan kejadian bermula saat Ia dibangunkan ibunya yang melihat ular berada di area rumah yang kerap digunakan untuk beribadah. Keberadaan anak kecil di dalam rumah, membuat keluarga memilih tidak mengambil risiko.
“Saya dibangunkan ibu sekitar jam 2 pagi, karena ada ular tepat di atas tempat salat. Karena takut dan ada anak kecil, saya langsung inisiatif menelepon tim pemadam kebakaran,” kata Fendi.
Koordinasi cepat dilakukan Damkar Ponorogo dengan melibatkan relawan LPBI NU untuk membantu proses evakuasi. Kepala Regu Damkar Ponorogo, Sudarsono, memastikan laporan langsung ditindaklanjuti meski medan cukup menyulitkan.
“Sekitar pukul dua lebih kami menerima laporan ada ular masuk ke rumah warga. Evakuasi sempat terkendala karena ular kabur ke kebun belakang yang rimbun, namun akhirnya berhasil kami amankan,” jelas Sudarsono.
Setelah berhasil ditangkap, ular banjang taring tersebut diamankan petugas untuk kemudian dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus meminimalkan potensi ancaman terhadap keselamatan warga. [end/aje]






