Lumajang (beritajatim.com) – Rumah milik Mistari (52) di Dusun Karangpanas, Desa Wonosari, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, diduga menjadi sasaran pelemparan bondet atau bom ikan pada Minggu (18/1/2026) dini hari. Insiden ledakan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada dinding dan kaca jendela bangunan, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro, mengonfirmasi bahwa aksi teror oleh orang tak dikenal (OTK) ini terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Saat ledakan keras mengguncang area tersebut, pemilik rumah diketahui sedang beristirahat di dalam bangunan.
Suara ledakan yang berasal dari arah selatan rumah seketika memecah keheningan malam dan mengejutkan warga Dusun Karangpanas. Akibat daya ledak bom ikan tersebut, dinding rumah Mistari kini berlubang dan kaca jendela pecah berhamburan.
“Ini memang kita terima ada informasi diduga rumah dilempar bondet, kejadian sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu korban sedang tidur di dalam rumah, kemudian mendengar suara ledakan keras dari arah selatan rumah,” terang Untoro ketika dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Beruntung, insiden mencekam ini tidak sampai menimbulkan korban luka maupun korban jiwa baik dari pihak keluarga Mistari maupun tetangga sekitar. Area terdampak segera diamankan oleh petugas kepolisian guna menjaga sterilitas lokasi kejadian selama proses investigasi.
Tim Satreskrim Polres Lumajang telah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara mendalam sejak laporan resmi diterima. Petugas juga telah mengumpulkan berbagai keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat dentuman terjadi.
“Kami sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya kerusakan pada dinding rumah dan kaca jendela,” tambah Untoro menjelaskan perkembangan kasus.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap identitas pelaku serta motif di balik aksi pelemparan tersebut. Petugas mengumpulkan sisa-sisa material ledakan di lokasi sebagai barang bukti pendukung untuk memperkuat penyelidikan lebih lanjut.
“Saat ini masih diselidiki, untuk motif dan pelaku masih dalam proses penyelidikan,” ungkap Untoro mengakhiri pernyataannya.
Aksi teror ini menjadi perhatian serius aparat keamanan di Lumajang guna memastikan kondusivitas wilayah tetap terjaga dari ancaman kriminalitas serupa. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada serta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. [has/beq]






