RINGKASAN BERITA:
- Terminal Syib Amir tutup operasional lebih awal mulai pukul 08.00 WAS hari ini.
- Penutupan dimajukan dari jadwal semula pukul 10.00 WAS demi kelancaran salat Jumat.
- Jemaah diimbau berangkat ke Masjidil Haram sebelum penutupan atau memilih salat di hotel.
Makkah (beritajatim.com) – Operasional Terminal Syib Amir dan layanan bus shalawat yang menghubungkan hotel jemaah menuju Masjidil Haram di Makkah resmi ditutup lebih awal mulai pukul 08.00 Waktu Arab Saudi (WAS) pada hari ini, Jumat (15/5/2026). Langkah antisipatif ini diambil otoritas terkait untuk mendukung pengaturan arus jemaah serta mematangkan persiapan pelaksanaan salat Jumat di pusat kota suci.
Perubahan jadwal penutupan ini merupakan pembaruan dari rencana semula yang direncanakan pada pukul 10.00 WAS. Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, percepatan jadwal ini bertujuan untuk mengoptimalkan mobilitas jemaah di tengah meningkatnya kepadatan yang signifikan menjelang salat Jumat.
Kepala Pos (Kapos) Terminal Syib Amir, Iswan Brandes, menegaskan bahwa perubahan ini sangat penting untuk memastikan pelayanan tetap berjalan maksimal. “Perubahan terakhir, info penutupan terminal menjadi pukul 08.00 WAS,” ujar Brandes dalam pernyataan resminya kepada Media Center Haji.
Penangguhan sementara arus jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dilakukan untuk membantu pengaturan transportasi serta memastikan keamanan jemaah. Mengingat suhu udara di Makkah yang cukup menyengat, pengaturan arus ini menjadi krusial guna menghindari penumpukan massa di area terbuka terminal.
“Kami ingin memberitahukan bahwa arus jamaah haji dari hotel ke Masjidil Haram akan ditangguhkan untuk mengatur pergerakan dan memfasilitasi penyediaan layanan terbaik bagi para jamaah haji,” kata Brandes.
Otoritas Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia agar segera menyesuaikan waktu keberangkatan. Bagi jemaah yang tidak sempat mengejar jadwal bus sebelum pukul 08.00 WAS, sangat disarankan untuk melaksanakan salat Jumat di musala hotel masing-masing demi kenyamanan dan kesehatan fisik menjelang puncak haji.
Ketua kloter dan petugas sektor diinstruksikan untuk bergerak cepat memberikan informasi terbaru ini kepada jemaah di setiap hotel pemondokan. Koordinasi yang solid antara petugas transportasi dan pembimbing ibadah menjadi kunci agar tidak ada jemaah yang terlantar atau terjebak kepadatan di terminal sebelum penutupan total diberlakukan.
“Kami mengharapkan kerja sama dan koordinasi dari semua pihak untuk memastikan kelancaran operasional dan berkontribusi dalam melayani jamaah haji dengan sebaik-baiknya,” pungkas Brandes.
Pengaturan operasional bus shalawat pada hari Jumat memang menjadi perhatian khusus setiap pekannya. Kebijakan penutupan terminal lebih awal ini dipandang efektif untuk menekan risiko gangguan lalu lintas dan menjaga stamina jemaah agar tetap prima hingga fase puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina nanti. [ian/MCH]






