Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 65 remaja diciduk Polsek Tambaksari Surabaya dalam kurun waktu dua pekan Ramadan akibat terlibat perang sarung dan pesta miras. Puluhan remaja tersebut diciduk di enam titik berbeda di kecamatan Tambaksari.
Kapolsek Tambaksari, Kompol Ari Bayuaji menjelaskan, enam titik pengamanan 65 remaja tersebut berada di Jalan Jagiran, depan Sekolah Triguna Bhakti, Makam Gubeng Masjid, Jalan Kapas Krampung, dan Pacar Kembang.
“Patroli tiga pilar Kecamatan Tambaksari sudah digencarkan sejak sejak 20 Maret lalu. Kita mulai di Jalan Jagiran. Hasilnya, kami amankan belasan remaja yang terlibat perang sarung,” ujar Ari Bayuaji, Selasa (4/4/2023).
Setelah itu, Polsek Tambaksari kembali menggelar operasi di makam Gubeng dan Kapas Krampung. Dari hasil operasi tersebut, tim gabungan yang dipimpin Iptu Agus Suprayogi mengamankan belasan remaja yang tengah pesta miras.
Selain itu, petugas juga mengamankan remaja yang membawa senjata tajam, serta puluhan butir pil koplo jenis Dobel L.
Baca Juga:
Polrestabes Surabaya Jaring Ratusan Pelanggar Lantas
“Malam minggu kemarin, kami amankan 12 remaja yang melakukan minum-minuman keras di Jalan Pacar Kembang. Lalu remaja yang membawa sajam di Jalan Kapas Krampung dan satu remaja yang kedapatan membawa 23 butir pil jenis Dobel L di Jalan Kenjeran Surabaya,” imbuh Ari Bayuaji.
Usai mengamankan sejumlah remaja yang pesta miras, Polsek Tambaksari juga menyita 167 botol miras ilegal di sebuah warung di Jalan Kertajaya. Polisi juga mengamankan MJK (51), penjual miras tersebut.
Ari Bayuaji menegaskan, seluruh remaja yang diamankan telah menjalani pembinaan baik di Polsek Tambaksari dan Liponsos Keputih. Para orangtua juga telah dipanggil untuk diberikan pengarahan dan edukasi agar para anaknya tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Baca Juga:
Polsek Sukolilo Tangkap 2 Bandit Curanmor
“Orangtuanya kami minta membuat surat pernyataan, serta mengawasi anaknya agar pukul 20.00 WIB anak-anak sudah di rumah,” tegas Ari.
Selain berpatroli, Polsek Tambaksari juga melakukan upaya pencegahan dengan menggelar diskusi bersama dengan kelompok masyarakat mulai tingkat RT. Hal itu dilakukan karena Ari Bayuaji sadar, jika menciptakan suasana keamanan dan ketertiban di wilayah Tambaksari butuh sinergi dengan masyarakat.
Ari berjanji tidak akan segan memberikan tindakan tegas terukur bagi para perusuh di wilayah Kota Surabaya utamanya di wilayah hukum Polsek Tambaksari.
“Kami tiga pilar Tambaksari akan terus melaksanakan patroli guna menciptakan situasi yang kondusif, sehingga warga Kecamatan Tambaksari merasa aman, nyaman dalam menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan,” pungkas alumnus Akpol 2010 ini. [ang/beq]






