Surabaya (beritajatim.com) – DPP Partai Gerindra telah mengeluarkan surat keputusan nomor: 10-2018/Kpts/DPP-Gerindra/2022 tentang Susunan Personalia DPC Partai Gerindra Kota Surabaya Provinsi Jatim.
Surat itu diteken langsung Ketua Dewan Pembina/Ketua Umum H Prabowo Subianto dan Sekjen H Ahmad Muzani di Jakarta pada 18 Oktober 2022.
Anak politisi pengusaha Bambang Harjo Soekartono (BHS), Cahyo Harjo Prakoso disahkan menjadi Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya. Cahyo menggantikan BF Sutadi yang sekarang menjadi Ketua Dewan Penasihat DPC Partai Gerindra Kota Surabaya.
BHS sendiri adalah Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra dan Ketua Dewan Penasihat DPD Partai Gerindra Jatim.
Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad disaksikan sejumlah pengurus DPD dan DPC Surabaya menyerahkan SK DPP itu kepada Cahyo Harjo. Dan, langsung dilakukan prosesi serah terima kepengurusan dari BF Sutadi kepada Cahyo di kantor DPD Gerindra Jatim, Senin (7/11/2022) malam. Begitu mendapatkan SK resmi DPP, Cahyo pun langsung menggelar rapat konsolidasi di kantor DPC Gerindra Surabaya malam itu juga bersama sejumlah pengurus.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gerindra-jatim”]
Cahyo didampingi Sekretaris Bahtiyar Rifai dan Bendahara Ahmad Maududi (Gus Dodi). Gus Dodi sendiri adalah anak dari KH Ali Maschan Moesa (salah seorang ketua di MUI Jatim).
“Pertama, saya akan menjalankan amanah dan tugas baru DPP melalui DPD Jatim ini dengan menguatkan struktur internal partai, konsolidasi di PAC, ranting dan anak ranting serta sayap partai menghadapi Pemilu 2024,” kata Cahyo kepada beritajatim.com.

Putra keempat dari BHS ini akan memberikan bimtek dan informasi teraktual atau terupdate mengenai Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra sebagai calon presiden 2024. Selain itu, pihaknya akan mencari kader terbaik untuk pencalegan di Pemilu 2024.
Berapa target kursi nanti di Pemilu 2024? “Kursi DPRD Kota Surabaya saat ini ada 5 kursi. Target yang diberikan DPP, bahwa semua dapil harus incumbent plus satu. Artinya, jika satu dapil masih satu kursi, sekarang harus ditambah satu lagi. Dari 5 kursi ditarget menjadi 10 kursi. Target maksimal kami 10 kursi,” tegasnya anak keempat BHS dari tujuh bersaudara ini.
Terkait nama besar ayahnya di partai, Cahyo mengaku memang tidak bisa dipisahkan. “Memang, mau tidak mau nama saya tidak bisa lepas dari nama ayah saya BHS. Beliau ayah sekaligus mentor saya dalam berpolitik. Tapi saya tegaskan tidak mau sekadar numpang nama ayah. Amanat ini untuk membuktikan kompetensi saya, bisa sukses atau tidak memenangkan Partai Gerindra di Pemilu 2024 dan Pak Prabowo menjadi Presiden 2024,” pungkas Cahyo yang mengaku atas kemauannya sendiri di jalur politik mengikuti jejak ayahnya ini, sedangkan semua saudaranya berada di jalur bisnis. (tok/ted)







