Magetan (beritajatim.com) – Sirkuit Parang di Kelurahan Parang, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur menjadi destinasi favorit warga untuk ngabuburit selama bulan Ramadhan. Jika biasanya hanya ramai di akhir pekan, kini setiap sore lintasan sepanjang 1.030 meter ini dipadati warga yang jogging sambil menunggu waktu berbuka puasa.
Tidak hanya warga lokal, pengunjung dari daerah sekitar seperti Ngawi, Ponorogo, hingga Wonogiri turut memanfaatkan suasana sejuk di sirkuit ini. Namun, di tengah popularitasnya, sirkuit ini justru terancam mangkrak akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.
Banyak warga memilih ngabuburit di Sirkuit Parang karena suasananya yang nyaman dan asri. Yusuf, warga Magetan, mengaku sering datang ke tempat ini bersama keluarganya.
“Biasanya kami jogging di sini hanya pada Sabtu dan Minggu pagi. Tapi selama Ramadhan, kami hampir setiap sore ke sini sambil menunggu waktu berbuka. Apalagi, banyak pedagang takjil di sekitar sirkuit,” ujar Yusuf, Senin (3/3/2015).
Hal serupa juga dirasakan Herma, warga Sampung, Ponorogo, yang lebih memilih datang sore hari di bulan puasa. “Tempatnya sejuk, jadi nyaman untuk jogging sore-sore sekalian ngabuburit,” katanya.
Meski belum sepenuhnya selesai dibangun dan baru memiliki lintasan beraspal, Sirkuit Parang tetap menjadi daya tarik tersendiri. Banyak warga menikmati suasana sore yang berbeda dari biasanya.
“Selain menyehatkan, momen ini juga jadi ajang berkumpul. Kalau rumah saya dekat, pasti setiap sore ke sini,” ujar Silvy, warga Ngawi.
Namun, masyarakat juga merasa was-was dengan masa depan sirkuit ini. Mereka khawatir proyek ini tidak dilanjutkan dan akhirnya terbengkalai.
Meski menjadi kebanggaan warga, sirkuit ini terancam mangkrak akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Pemkab Magetan telah mengusulkan dana Rp5 miliar untuk kelanjutan proyek ini, tetapi masih dibutuhkan Rp15 miliar lagi untuk menyelesaikannya.
“Kami khawatir sirkuit ini tidak selesai karena penghematan anggaran. Padahal, keberadaan sirkuit ini membuat perekonomian di Magetan selatan semakin bergeliat,” kata Supriyanto, tokoh masyarakat Parang.
Ia berharap proyek ini tetap menjadi prioritas dan tidak masuk dalam daftar pembangunan yang terhenti akibat pemangkasan anggaran. Menurutnya, sirkuit ini tidak hanya menjadi tempat olahraga, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama bagi pedagang kecil di sekitarnya. [fiq]
Sirkuit Parang di Magetan menjadi tempat favorit ngabuburit warga saat Ramadhan. Namun, sirkuit ini terancam mangkrak akibat efisiensi anggaran pemerintah.







7 Komentar
Semoga yg baca berita ini jangan pilih pemimpin yg cuma bisa potong anggaran rakyat ya,sedang para maling bergembira ngabisin sumber daya negara,kami baru percaya jika rakyat bahagia bukan sedih mikir orang omon omon doang
Wkwkkwkw…sirkuit mangkrak,supaya anggaran keluar lalu dapat bagian🤣🤣🤣🤣
Sirkuit mangkrak,supaya anggaran keluar lalu dapat bagian🤣🤣🤣🤣
Mita harus memilih pemimpin yg berani memotong anggaran demi efiesiensi dan mengalihkan kpd pendanaan yg produktif pro rakyat. Dana2 yg dihsmburkan alaratur negara untk rapat, studi banding, makan minum, seremonial hari ulang tahun kementerian/daerah, harus dipotong ……
Pemerintahan Prabowo lah yg berani melakukan itu.
Prabowo bukan pemberani rapu pengecut.. bikin program TIDAK TERENCANA akhirnya mengambil anggaran sana sini.
Kalo prabowo berani merampas, memenjarakan dan memiskin kan KORUPTOR.. baru itu pemberani
Jelas mangkrak 10milyar lg dr mana
Prabowo bukan pemberani rapu pengecut.. bikin program TIDAK TERENCANA akhirnya mengambil anggaran sana sini.
Kalo prabowo berani merampas, memenjarakan dan memiskin kan KORUPTOR.. baru itu pemberani