Bilbao (beritajatim.com) – “Aku memang tidak memenangi banyak gelar. Tetapi, aku selalu memenangi sesuatu di musim keduaku,” ujar Ange Postecoglou September tahun lalu dilansir Sky Sports.
Pernyataan tactician Tottenham Hotspur itu bertuah dini hari tadi. Dia membawa Spurs juara Liga Europa usai mengalahkan Manchester United 1-0 pada laga final yang dimainkan di Stadio San Mames, Bilbao.
Prestasi tersebut membuka peluang pelatih asal Australia itu bertahan setidaknya semusim lagi di Tottenham Hotspur Stadium, London. Sebab, musim depan Spurs kembali bermain di Liga Champions setelah absen dalam dua musim terakhir.
Padahal, sebelum final dini hari tadi dimainkan, Postecoglou diyakini bakal segera dipecat terutama jika gagal juara Liga Europa lantaran membawa Spurs ke posisi 17 Premier League. Sedangkan kontraknya bersama Spurs masih berlaku hingga 2027.
“Aku masih ingin memberikan kontribusi lebih banyak bagi tim ini. Kami didominasi banyak pemain muda yang masih bisa berkembang. Keberhasilan ini (juara Liga Europa, Red) bisa jadi titik awal era baru kami,” papar Postecoglou.
Mengenai ucapannya September tahun lalu, pelatih 59 tahun itu memang tidak membual. Itu dimulai ketika melatih South Melbourne pada 1996-2000. Setelah gagal pada 1996–1997, dia juara NSL semusim berselang.
Berlanjut ke Australia U-17 pada (2000-2005). Dia juara OFC U-17 pada 2001, 2003, dan 2005. Brisbane Roar (2009-2012) juga mengalami hal serupa ketika juara A-League 2010–2011. Titel Piala AFC 2015 bersama Australia juga diraihnya di tahun kedua (2013-2017). Ketika membawa Yokohama F. Marinos kampiun J1 League 2019, Postecoglou juga melakukannya di musim kedua.
Pengecualian berlaku untuk Celtic (2021-2023). Dia langsung meraih gelar pada musim debutnya. Kala itu, Postecoglou membawa Celtic juara Scottish Premier League dan Scottish League Cup. (dio)






