Tuban (beritajatim.com) – Anies Baswedan Calon Presiden (Capres) no urut 01 berkunjung ke Kabupaten Tuban dalam rangka tur Kampanye dengan menemui sejulah tokoh agama dan masyarakat.
Dalam turnya tersebut Anies optimis menang dalam pemilihan presiden tahun 2024 nanti.
Hal itu disampaikan oleh Anies Baswedan usai menemui KH Fathul Huda yang merupakan tokoh NU di Tuban juga seorang mantan Bupati dari tahun 2011 hingga 2021 sebelum Bupati Aditya Halindra Faridzky.
Pertemuan tersebut tentu mendapat dukungan dari KH Fathul Huda, termasuk tokoh – tokoh NU lainnya. Sehingga menurut Anies Baswedan, pasangan Amin bisa optimis memperoleh suara terbanyak di Kabupaten Tuban.
“Dari kami yang penting prosesnya berjalan secara independensi penyelenggara terjamin, netralitas terjamin, selebihnya rakyat yang akan menentukan,” ucap Anies Baswedan.
Saat disinggung mengenai hasil survey yang tinggi dalam 2 putaran, pihaknya mengungkapkan bahwa sudah saatnya masyarakat ingin ada perubahan di Indonesia, tentu pihaknya ingin mengembalikan negara hukum menjadi tertib dan seluruhnya mengikuti aturan main yang ada.
Menurutnya, masyarakat yang ingin perubahan makin hari makin besar, kalau dulu hanya yang lemah kelompok, sekarang yang mapan ekonomi kuat juga merasakan kehidupan bernegara ini harus dijaga supaya tetap menjadi negara hukum.
“Jadi begini loh, kalau ada sikap kesewenang – wenangan oleh kekuasaan yang membuat hukum itu bisa di otak – atik, bisa di tekak – tekuk sesuai dengan era penguasa itu menular, menularnya kemana – mana,” kata Anies.
Lanjut, tidak hanya di pemerintahan, bahkan di lembaga nanti ada kesewenang – wenangannya, mereka akan meniru seperti contoh mempunyai wewenang memecat, mengambil tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan itu adalah contoh jika negara kekuasaan terjadi.
“Maka pemegang kekuasaan bisa sewenang – wenang dalam menggunakan kewenangannya, kalau ini dipegang terus di negara hukum maka ini akan kita bawa untuk mengembalikan negara hukum ini jadi tertib,” pungkasnya. [ayu/ted]






