Sumenep (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, memberikan perhatian serius terhadap para pelaku UMKM setempat. Sejumlah produk UMKM Sumenep telah tersertifikasi halal dan mampu menembus pasar nasional.
“Kami mendampingi UMKM dalam memperoleh izin usaha, sertifikasi halal, hingga memasuki platform digital untuk memperluas jangkauan pasar,” kata Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumenep, M. Ramli, Selasa (05/11/2024).
Data di Diskoperindag Sumenep, terdapat 282.711 UMKM di wilayah setempat. Saat ini, 166 produk telah terdaftar dalam e-katalog, kemudian 208 produk dipasarkan di Mall UMKM, dan 18 produk tersedia di Indomaret.
Sedangkan di sektor Industri Kecil Menengah (IKM), tercatat sebanyak 199 produk telah mendapatkan sertifikasi halal, dengan rincian 42 IKM pada 2019, kemudian 37 produk pada 2020, dan 40 produk pada 2021.
Produk IKM juga telah menjangkau pasar besar, termasuk Tanjung Plaza 10 IKM, Bank Syariah Indonesia (BSI) 8 IKM, Transmart Surabaya 8 IKM, dan Indomaret 20 IKM.
“Keberhasilan UMKM itu tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Sesuai pesan Pak Ach. Fauzi sejak awal menjabat sebagai Bupati, ayo kita dorong kemajuan UMKM. Dampingi, beri pelatihan, hingga UMKM bisa terus berkembang pesat,” ujarnya.
Menurut Ramli, keberhasilan UMKM Sumenep bersaing di pasar nasional berkat program pembinaan rutin, pelatihan, akses modal, dan pemanfaatan teknologi digital. “Artinya Pemerintah tidak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga pada peningkatan keterampilan, legalitas usaha, dan perluasan jaringan pemasaran,” tandasnya.
Ia menambahkan, saat ini produk UMKM Sumenep yang dipasarkan dengan daring jumlahnya cukup besar. Jangkauan konsumennya pun dari berbagai daerah. Dengan potensi besar tersebut, UMKM di Sumenep diharapkan dapat terus tumbuh dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian. Dengan demikian, mampu berperan dalam penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
“Pemerintah daerah tentu saja sangat mendorong pertumbuhan UMKM, melalui berbagai kebijakan dan program bantuan,” tukasnya.
Berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Sumenep pada 2023 mencapai 5,35 persen. Capaian tersebut meningkat dibanding tahun 2022 sebesar 3,11 persen.
Sedangkan angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep mengalami penurunan dari 18,76 persen pada 2022 menjadi 18,7 persen pada 2023. Kemudian pada 2024 turun lagi menjadi 17,78 persen. Penurunan ini merupakan yang terbaik di Jawa Timur.
Turunnya angka kemiskinan itu berdampak terhadap penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT). TPT Sumenep pada 2022 turun 1,36 persen dan tercatat terendah di Jawa Timur. [tem/aje]






