Surabaya (beritajatim.com) – Telkom University Surabaya meluncurkan kendaraan listrik roda empat, REV x EVE Engine Electric (REVENG-E) Tipe I, sebagai bagian dari komitmennya terhadap inovasi teknologi.
Peluncuran REVENG-E Tipe I merupakan kelanjutan dari keberhasilan tim riset dalam mengembangkan motor BLDC dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di atas 50 persen.
Motor ini telah digunakan untuk konversi kendaraan, seperti sepeda motor semi trail dan offroad buggy, yang berfungsi sebagai moda transportasi dan logistik di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Direktur Telkom University Surabaya Prof Tri Arief Sardjono mengatakan, dengan pencapaian ini, riset dilanjutkan untuk menciptakan kendaraan roda empat bertenaga baterai, yang menjadi ciri khas kampusnya.
Menurutnya, proyek ini juga sejalan dengan peta jalan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait kendaraan listrik di Indonesia, dengan tujuan akhir hilirisasi bersama mitra di bidang energi terbarukan.
Ia juga menekankan pentingnya peran institusi pendidikan dalam mendukung target Indonesia mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen pada tahun 2030, sesuai dengan National Determined Contribution (NDC) dalam Perjanjian Paris.
“Telkom University Surabaya akan terus berkontribusi melalui inovasi yang mendukung kebijakan pemerintah dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik dan teknologi energi baru terbarukan,” katanya, ditulis Sabtu (26/10/2024).
Sementara itu, Ketua Centre of Excellence Circular Ecosystem and Sustainable Technology (Circlest) Rahaditya Dimas Prihadianto menjelaskan, sebelumnya Telkom University telah mengembangkan kendaraan roda dua bertenaga baterai dan kendaraan semi off-road yang dialihkan dari bahan bakar bensin menjadi bertenaga baterai.
“Kami terus melakukan riset untuk mengembangkan produk berbasis teknologi berkelanjutan, dan ini adalah langkah terbaru dalam menciptakan mobil go-kart yang hemat energi dan inovatif,” ujarnya.
Kendaraan ini juga menjadi satu-satunya di Surabaya yang lolos dalam Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) ke-XIII pada 2024. Inovasi ini tidak hanya mendukung target pemerintah, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian SDGs poin perubahan iklim.
Harapannya, produk ini terus dikembangkan dan melibatkan mitra strategis untuk memperkaya fitur, sehingga bisa digunakan untuk hiburan dan pariwisata, serta mendukung kemandirian industri di bidang elektrifikasi. [ipl/kun]






