Banyuwangi (beritajatim.com) — Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan lingkungan melalui program Environmental, Social, and Governance (ESG) Go Zero, PT Telkom Indonesia Regional 3 bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) menyelenggarakan aksi nyata pelestarian lingkungan dengan menyerahkan bantuan alat inkubator penetasan telur penyu serta melaksanakan pelepasliaran 1.000 ekor tukik penyu di pesisir Pantai Ketapang, Banyuwangi pada Rabu (25/06).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Telkom yang berfokus pada tiga pilar utama dalam program Go Zero yaitu Elevate Our Business, Empower Our People, and Save Our Planet.
Dalam sambutannya, Nugroho Adi Pracoyo (Manager General Support Telkom) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, sektor bisnis, dan masyarakat pemerhati lingkungan yang memastikan kegiatan konservasi ini terlaksana dengan baik.
Wilayah Banyuwangi menjadi lokasi yang strategis karena sebelumnya pada bulan Februari 2025 Telkom telah melakukan penanaman mangrove di Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar. Tidak hanya itu, untuk pemberdayaan UMKM perempuan, Telkom juga memberikan dukungan dalam digitalisasi dan pengolahan produk berbahan baku mangrove.
Rangkaian inisiatif ini kemudian dilanjutkan di kawasan Bangsring melalui konservasi terumbu karang, sebagai upaya integratif pelestarian ekosistem pesisir.
Dalam kegiatan ini, Telkom menyerahkan alat inovatif konservasi penyu berupa Inkubasi Tanpa Pasir dan Save Ari-ari Yolk Penyu (INTANSARI) yang terdiri dari Intan Box dan Sari Box kepada kelompok pemerhati lingkungan, Pokmaswas Gumuk Kantong.
Bantuan ini harapannya dapat meningkatkan efektivitas penetasan telur penyu dan mendukung pelestarian spesies yang kini terancam punah. Data dari WWF, menunjukkan bahwa lebih dari 1,1 juta penyu telah diperdagangkan secara ilegal dalam 30 tahun terakhir. Indonesia, sebagai negara kepulauan merupakan habitat alami bagi tujuh spesies penyu di dunia yang empat di antaranya hidup di perairan Banyuwangi.
Rangkaian acara dimulai secara khidmat dengan pemutaran lagu Indonesia Raya, diikuti sambutan dari berbagai pihak mulai dari komunitas konservasi, pemerintah desa, hingga lembaga pelestarian laut. Puncak acara ditandai dengan simbolisasi penyerahan alat konservasi dari Telkom kepada Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF), serta testimoni inspiratif dari Regina Ellana Go, perwakilan Remaja Peduli Lingkungan, yang membagikan pengalamannya dalam kegiatan konservasi dan pentingnya menjaga laut sebagai masa depan bersama.
Susianto M. Sharoni yang hadir mewakili Pokmaswas Gumuk Kantong, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi angin segar bagi gerakan masyarakat dalam melindungi telur penyu yang selama ini rentan oleh alam dan ulah manusia.
Sementara itu, Wastono selaku Kepala Desa Sumbersewu menekankan pentingnya sinergi antara dunia usaha dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di dalamnya.
Perwakilan dari BPSPL Denpasar Wilayah Kerja Banyuwangi, Bayu Dwi Handoko mengatakan, konservasi berbasis komunitas dan teknologi seperti yang dilakukan Telkom adalah aksi nyata dalam kegiatan konservasi penyu.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PT Telkom Indonesia yang telah terlibat aktif dalam pelepasliaran 1.000 tukik penyu hari ini. Ini adalah langkah konkret dalam mendukung program pelestarian penyu,” lanjutnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi oleh BSTF mengenai konservasi penyu dan sejarah pengembangan teknologi inkubasi tanpa pasir yang kini digunakan dalam pelestarian.
Sebagai penutup, ratusan peserta diajak untuk melakukan pelepasan 1.000 ekor tukik penyu ke laut lepas. Setiap tukik yang dilepaskan, menjadi simbol harapan bahwa langkah kecil yang dilakukan hari ini akan membawa perubahan besar bagi masa depan kehidupan di bumi.
Dengan semangat melestarikan lingkungan, Telkom Indonesia terus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya poin 14 tentang melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya kelautan dan samudera untuk pembangunan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas sektor, Telkom berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk menjaga kelestarian alam dengan semangat filosofi seperti penyu. Perlahan namun pasti, penuh tekad, dan terus melangkah ke depan demi bumi yang lestari. (ted)






