Malang (beritajatim.com) – Perjalanan masing-masing individu untuk menjalani hobinya menjadi pundi-pundi rupiah begitu beragam. Seperti yang dialami oleh Deden Gobel.
Sejak tahun 2008, Deden memulai perjalanan dalam dunia keamanan siber saat dirinya bergabung dalam forum hacking.
“Motivasi awal saya adalah rasa ingin tahu terhadap cheat dalam permainan video game. Dari sinilah, saya mulai belajar mendalam tentang konsep keamanan siber, eksplorasi celah-celah dalam permainan, dan berpartisipasi dalam berbagai forum diskusi terkait,” terang pria berusia 32 tahun ini.
Kemudian, pada tahun 2012, dirinya mengambil langkah lebih serius dalam bidang keamanan siber dengan mengikuti lomba hacking yang diselenggarakan secara resmi oleh pemerintah, seperti CyberJawara, CDC, dan lainnya.
“Keikutsertaan saya dalam kompetisi ini tidak hanya sekedar partisipasi, tetapi juga membuahkan beberapa prestasi sebagai pemenang dalam beberapa event tersebut,” kata dia.
Selanjutnya, pada tahun 2015, Deden memutuskan untuk berkarir dalam keamanan siber dengan posisi Network Security Analyst di salah satu startup hosting.
“Perjalanan ini berlanjut hingga tahun 2018, di mana saya aktif terlibat dalam berbagai aspek keamanan jaringan dan sistem,” kata pria kelahiran 1991 ini.
Kemudian, pada awal tahun 2019, Deden memutuskan untuk mengambil tantangan baru dengan berpindah ke startup di bidang logistik.
“Di sana, saya menduduki posisi security engineer dan aktif berkontribusi dalam mengamankan sistem dan data perusahaan. Pengalaman ini membawa saya ke jabatan terakhir saya pada tahun 2022 sebagai “Deputy IT Security” yang merupakan posisi dengan tanggung jawab yang lebih besar dalam mengelola keamanan IT,” lanjut dia.
Selama rentang waktu dari tahun 2015 hingga 2022, selain bekerja di perusahaan, Deden juga secara aktif menjalankan beberapa proyek konsultansi di bidang keamanan siber.
“Hal ini memberikan kontribusi berharga dalam memperkaya pengalaman saya, terutama dalam menangani berbagai isu keamanan siber yang berkembang,” sambung pria asal Gorontalo ini.
Saat menjalani profesinya, ia kerap menghadapi berbagai tantangan. Utamanya, di bidang keamanan siber. Salah satu kendalanya adalah mengatasi ketidakpastian yang melekat pada lingkungan digital. Serta, mengatasi kekurangan keterampilan yang umumnya ditemui di masyarakat.
Selain itu, bidang ini juga berkaitan dengan teknologi yang terus berkembang, sehingga memerlukan up-to-date terus-menerus dalam pemahaman teknis. Terakhir, ketidakpastian hukum juga merupakan aspek yang memerlukan perhatian dalam profesi ini.
“Oleh karena itu, saya harus selalu menjaga kekinian informasi, memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi, dan memahami dengan mendalam aspek teknis dan sosial yang ada di dunia siber untuk berhasil dalam profesi ini,” kata pria berzodiak Aries ini.
Baca Juga:
Peris.ai, Ajak Kolaborasi Stakeholder Untuk Tingkatkan Keamanan Siber
Pada kesempatan tersebut, Deden mengaku sudah menemukan kepuasan dalam interaksi yang mendalam di ranah digital dan menghargai kesempatan tak terbatas untuk pembelajaran.
“Di masa lalu, tantangan yang signifikan adalah menemukan keseimbangan yang tepat dalam karier saya dan menentukan arah yang akan saya tempuh. Namun, melalui setiap pengalaman yang saya jalani, saya telah mengalami perkembangan yang signifikan, terutama dalam perubahan pandangan saya terhadap hacking,” sambung Deden.
“Dari awal yang mungkin melihat hacking sebagai tindakan merusak, saya sekarang melihatnya sebagai sebuah seni yang kompleks dan bernilai,” lanjut dia.
Meski demikian, Deden tak menyerah dan puas begitu saja. Deden berharap bisa terus berkembang dalam bidang keamanan siber.
“Saya bermaksud untuk terus meningkatkan pemahaman dan keterampilan saya dalam bidang keamanan siber. Ini mencakup up-to-date dengan perkembangan teknologi dan tren terbaru serta mendalami isu-isu keamanan yang semakin kompleks,” kata Deden.
Selain itu, ia berharap, bisa berkontribusi lebih besar melalui usaha yang saat ini sedang dirintisnya, yakni Peris.ai Cybersecurity. Utamanya, dalam meningkatkan kesadaran keamanan siber di kalangan masyarakat dan perusahaan.
“Ini meliputi pelatihan, peningkatan pemahaman risiko, dan implementasi praktik-praktik keamanan yang kuat,” lanjut dia.
Tujuan lainnya adalah menjadi seorang sumber pengetahuan dalam keamanan siber. Deden berharap, dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman saya dengan orang lain melalui seminar, pelatihan, atau publikasi.
“Saya ingin melalui Peris.ai dapat berperang dalam mendorong inovasi dalam keamanan siber. Saya berharap dapat menciptakan solusi-solusi baru untuk mengatasi tantangan keamanan yang muncul seiring perkembangan teknologi,” kata dia.
Ia berharap, bisa mendorong generasi muda untuk mempelajari keamanan siber dan menjadi bagian dari dunia digital yang aman.
“Semoga saya bisa terlibat adanya generasi muda yang potensial dalam peran penerus keamanan siber, seiring dengan semangat yang selaras dalam inisiatif kami di “Peris.ai Ganesha” untuk mengidentifikasi bakat-bakat baru di bidang keamanan siber,” kata dia.
Pada kesempatan tersebut, ia memberikan motivasi kepada anak muda agar bisa mencapai kesuksesan.
“Untuk mencapai kesuksesan dalam keamanan siber, dimulailah perjalanan ini sejak saat ini. Teruslah belajar, beradaptasi tanpa henti, dan hadapi setiap tantangan dengan tekad yang kuat. Setiap langkah yang diambil akan membawa kita lebih dekat menuju kesuksesan yang diinginkan,” tandas dia. (ted)
===============
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






