Teknologi

Awas! Jangan Langsung Klik, Modus Baru Pembobolan Rekening Berkedok Kurir Kirim Paket

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kemajuan teknologi dan informasi mengharuskan penggunanya lebih berhati-hati. Seiring dengan kemajuan teknologi, modus kejahatan yang terjadi juga semakin beragam. Terbaru yang lagi viral, adalah kurir bermodus kirim paket.

Modus baru ini, pelaku menyaru sebagai kurir paket kemudian melampirkan dokumen aplikasi yang menampilkan resi paket tersebut. Ketika ada pesan seperti itu dari nomor yang tidak dikenal jangan langsung di klik. Karena saat dibuka dan di install, aplikasi tersebut justru akan meretas dan menguras Mobile Banking.

Seperti yang diposting oleh instagram dengan username @bojonegoromatoh_. Postingan tersebut menampilkan sebuah chating di aplikasi whatsapp yang mengaku kurir yang hendak mengirimkan paketnya, dengan melampirkan dokumen aplikasi yang menampilkan resi paket tersebut.

“Ini modus kejahatan siber yang baru. Pelaku pura-pura dari jasa ekspedisi lalu mengirimkan file dengan ekstensi APK. Kalau tidak jeli dan hanya melihat judul file, bakal terkecoh pingin nge-klik dan unduh filenya. Perhatikan dulu ekstensinya apa. File dengan ekstensi APK adalah aplikasi yang berjalan untuk OS android,” tulis postingan dengan 1.600 like tersebut.

Lebih lanjut, dalam kasus ini, sejumlah korban terlanjur mengunduh file tersebut. Dan tanpa sepengetahuan dari korban, saldo di aplikasi M-Banking tiba-tiba ludes. Dan korban mengaku, tidak pernah menjalankan atau membuka aplikasi apapun dan mengisi user Id maupun password pada situs lain.

“Diduga file yang dikirimkan oleh pelaku dan diunduh oleh korban tersebut adalah exploit yang berjalan di latar belakang untuk mengambil data korban (seperti aplikasi perbankan yang dibuka oleh korban lalu mengintip user ID dan password), atau istilah dalam dunia hacking disebut SNIFFING,” lanjut postingan yang mendapatkan 76 komentar netizen itu.

Meski belum ada korban dari Kabupaten Bojonegoro, Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Girindra Wardhana Akbar Ramdhani mengimbau kepada masyarakat agar lebih hati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial (Medsos) baik Whatsapp ataupun yang lain.

Pihaknya juga meminta agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan iming-iming atau pancingan seperti chat tersebut. “Kami menghimbau, agar lebih hati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial baik whatsapp dan yang lain-lain. Jangan mudah percaya dengan iming-iming atau pancingan seperti chat tersebut,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro Dedi Mahdi mengungkapkan, agar masyarakat pengguna media sosial harus lebih peduli terhadap keamanan digital. Modus penipuan secara digital saat ini sangat beragam. “Secara berkala harus sering mengecek apakah akun surel kita pernah kebocoran data. Dan lebih sering mengganti password,” ujarnya. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar