Ponorogo (beritajatim.com) – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai mengancam ternak di Kabupaten Ponorogo. Untuk menekan penyebarannya, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menginstruksikan percepatan vaksinasi bagi hewan ternak milik warga. Langkah ini menjadi salah satu upaya strategis Pemkab Ponorogo dalam melindungi sektor peternakan di Bumi Reog.
“Kami instruksikan kepada para dokter hewan melalui dinas pertanian untuk segera melaksanakan vaksinasi,” tegas Sugiri Sancoko, Minggu (5/1/2025).
Selain vaksinasi, Kang Giri – sapaan akrab Bupati Sugiri – menyebut bahwa opsi pembatasan lalu lintas ternak tengah dikaji. Pemkab akan berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memastikan langkah yang diambil dapat diimplementasikan secara efektif dan terkoordinasi.
“Kami akan lakukan kajian bersama pihak kepolisian dan instansi terkait. Keputusan apa pun nantinya akan disepakati dan dijalankan bersama-sama,” katanya.
Bupati Sugiri menyoroti bahwa sebagian besar kasus PMK terjadi pada ternak yang belum divaksin. Aktivitas jual beli di pasar ternak yang padat dinilai menjadi salah satu faktor penyebaran virus.
“Banyak peternak yang melakukan penggemukan lalu menjual ternaknya ke pasar, namun mayoritas ternak itu belum divaksin. Kami mendorong agar pemerintah pusat mempercepat distribusi vaksin ke daerah,” kata Kang Giri.
Menurut data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo, hingga Desember 2024 tercatat 157 kasus PMK. Dari jumlah tersebut, satu ekor ternak dilaporkan mati, sementara dua ekor lainnya harus dipotong paksa.
“Sebaran kasus ini mencakup 15 kecamatan dan 41 desa. Desa dengan kasus terbanyak adalah Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, dengan 16 kasus,” ungkap Siti Barokah, Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan.
Siti Barokah mengimbau peternak untuk lebih waspada dalam menjaga biosekuriti kandang. Pengetatan tidak hanya berlaku untuk ternak baru, tetapi juga bagi manusia yang keluar-masuk kandang. Langkah bersama antara pemerintah, peternak, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat pengendalian kasus PMK di Ponorogo. Dengan vaksinasi dan pembatasan lalu lintas ternak yang terkontrol, sektor peternakan di Bumi Reog diharapkan kembali pulih.
“Jangan mudah memasukkan sapi baru ke kandang tanpa mengetahui status vaksinasinya. Virus ini bisa menyebar melalui manusia maupun alat-alat yang digunakan,” jelas Siti [end/aje]






