Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez, terus memantau ketat performa seluruh skuadnya, baik pemain lokal maupun asing, dalam rangkaian pemusatan latihan (TC) di Perth, Australia.
Pelatih asal Spanyol itu memilih menurunkan 20 pemain yang diboyong ke Negeri Kangguru demi mengukur lebih dari sekadar performa. Menurutnya, uji coba tersebut krusial untuk mengetahui kesiapan fisik dan kelayakan pemain tampil dalam kompetisi resmi.
“Kami sedang dalam persiapan, jadi kami perlu mencoba. Kami datang dari Indonesia pemain bermain setiap hari dengan keras tentu saja semua pemain perlu menit bermain maka saya turunkan,” ungkap Eduardo, Kamis (10/7/2025).
Eduardo menegaskan bahwa training camp kali ini tak hanya berfokus pada uji coba semata. Ia menggarisbawahi pentingnya aspek mental dan kualitas fasilitas sebagai elemen penting dalam pembentukan tim tangguh menjelang kompetisi Super League 2025/2026.
Lapangan di Perth pun dinilainya sangat mendukung skema permainan cepat yang akan diterapkan Persebaya musim depan. Menurutnya, kondisi lapangan di Australia jauh berbeda dibandingkan dengan di Indonesia.
“Menurut saya, ini sangat bagus untuk kami karena kami bisa bermain cepat. Itu salah satu hal yang ingin kami lakukan. Jadi, perasaan kami terhadap lapangan ini sangat baik,” tambahnya.
Bukan hanya fasilitas lapangan yang menjadi sorotan. Eduardo juga memuji komitmen manajemen klub dalam memberikan fasilitas terbaik selama di Perth.
“Klub memberikan semua fasilitas. Kami menginap di hotel yang sangat bagus. Kami punya semua yang dibutuhkan di sini—fasilitasnya sangat bagus. Ada gym, lapangan utama, dan lapangan pendukung lainnya. Fasilitasnya benar-benar luar biasa,” jelasnya.
Dengan persiapan matang dan fasilitas top, Persebaya tampaknya benar-benar serius membidik prestasi di musim baru. [kun]






