Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan berhasil melampaui target vaksinasi Covid-19 sebesar 70 persen. Tercatat hingga 6 Oktober 2021 dosis pertama sudah diberikan kepada sekitar 764.746 orang atau 71,91 persen, vaksin dosis kedua sudah diberikan kepada sekitar 207.926 orang atau 19,55 persen, dan vaksin ketiga 6.130 orang atau 86,37 persen.
Adapun jumlah sasaran proyeksinya 1.063.543 dosis yang meliputi, tenaga kehatan (nakes) 5.512, pendidik 52.366, lansia 158.377, masyarakat umum dan masyarakat rentan 727.410, remaja 112.246, disabilitas 3.368, serta ibu hamil 4.264.
Total kumulatif vaksin Covid-19 yang diterima di Kabupaten Lamongan sebanyak 1.115.840 dosis, dengan total yang sudah divaksin sebanyak 978.802 orang atau 86,84 persen. Sementara untuk sisa vaksinnya, ada 150.703 dosis atau 13,37 persen.
Sehubungan dengan raihan tersebut, target Pemkab Lamongan semakin dekat untuk mewujudkan 100 persen warga sasaran yang telah tervaksin pada akhir tahun 2021 ini. Selain itu, herd immunity atau kekebalan komunal di Kabupaten Lamongan semakin mendekati terbentuk.
Kepala Dinas Kabupaten Lamongan, dr Taufik Hidayat mengungkapkan, bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergitas atau kerja sama dari berbagai pihak yang ikut menyukseskan akselerasi atau percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Lamongan.
“Keberhasilan ini tentu hasil kolaborasi dari berbagai pihak, karena Pemerintah Kabupaten Lamongan tidak bisa melakukan percepatan ini vaksinasi sendiri,” ungkap dr Taufik saat dikonfirmasi beritajatim.com, Kamis (7/10/2021).
Selain itu, dr Taufik juga menuturkan, bahwa Pemkab Lamongan sangat mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam upaya akseleraasi vaksinasi. “Ini merupakan ikhtiar kita demi mewujudkan targer herd immunity. Mudah-mudahan di akhir tahun, 100 persen target bisa tercapai dan kita dapat melakukan aktivitas kembali dengan beradaptasi kebiasaan baru,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-lamongan”]
Lebih jauh, dr Taufik mengucapkan rasa terimakasihnya kepada masyarakat Lamongan yang memiliki kesadaran dan antusias tinggi untuk mengikuti vaksinasi. “Dengan adanya 70 persen warga yang telah divaksin, hal ini bisa menjadi penangkal bagi 30 persen warga lainnya yang belum bisa ikut vaksin karena berbagai hal,” sambungnya.
Kemudian, meski saat ini target 70 persen vaksinasi sudah tercapai, dr Taufik meminta, bahwa pelaksanaan vaksinasi harus tetap digenjot di tiap kecamatan hingga desa yang berada di Kabupaten Lamongan. Hal tersebut guna mempercepat terbentuknya herd immunity agar lebih merata dan target 100 persen vaksinasi terealisasi di akhir bulan tahun 2021 ini.
“Kami memohon kepada warga yang belum vaksin untuk segera vaksin. Masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Karena kunci untuk menurunkan kasus Covid-19 adalah konsisten dalam menjalankan prokes,” pungkasnya. [riq/but]






