Surabaya (beritajatim.com) – Target penerimaan pajak makin tinggi, 711 pegawai dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur I berkumpul dalam prosesi Apel Akbar Tahun 2026 di Gedung Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Kamis (29/1/2026). Bukan sekadar seremonial, pertemuan kolosal ini menjadi genderang perang menghadapi tantangan ekonomi tahun ini.
Mengusung tema “Satukan Tekad, Perkuat Sinergi, Amankan Penerimaan Pajak Tahun 2026”, acara ini dihadiri oleh jajaran pegawai dari seluruh tingkatan jabatan, mulai dari Kanwil hingga 13 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang tersebar di wilayah Surabaya.
Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I, Samingun, yang memimpin langsung apel tersebut, membeberkan angka krusial yang menjadi rapor besar organisasi. Jika pada tahun 2025 target penerimaan dipatok pada angka Rp58,76 triliun, maka di tahun 2026 ini beban amanah meningkat signifikan menjadi Rp66,53 triliun.
“Peningkatan target ini adalah tantangan nyata. Kita tidak bisa bekerja biasa-biasa saja. Dibutuhkan kerja yang terencana, terukur, dan berkelanjutan untuk memastikan setiap rupiah pajak masuk ke kas negara,” tegas Samingun di hadapan ratusan peserta apel.
Menyadari bahwa sumber daya manusia (SDM) adalah mesin utama organisasi, Samingun menekankan pentingnya gaya kepemimpinan modern. Para pimpinan di lingkungan Kanwil DJP Jatim I kini dibekali dengan kemampuan soft skill melalui pendekatan Coaching, Mentoring, dan Counseling (CMC).
Metode ini diharapkan mampu menyentuh sisi personal pegawai, menggali potensi terpendam, serta memberikan solusi atas kendala di lapangan tanpa menghilangkan sisi humanis. Menurutnya, aparatur yang bahagia dan terarah akan menghasilkan kinerja yang jauh lebih optimal.
Di tengah sorotan publik terhadap instansi keuangan, Samingun kembali mengingatkan bahwa integritas adalah harga mati. Ia mengajak seluruh jajaran untuk:
* Memperkuat Sinergi Internal: Membangun komunikasi efektif antar unit kerja agar tidak ada sekat birokrasi.
* Kolaborasi Eksternal: Menjalin hubungan harmonis dengan pemangku kepentingan (stakeholders) melalui komunikasi yang intensif namun tetap profesional.
* Pelayanan Humanis: Menjaga kondusivitas wilayah kerja dengan pendekatan yang santun kepada wajib pajak.
“Bekerjalah dengan kerendahan hati. Sinergi dan integritas harus menjadi pegangan utama agar penerimaan pajak tahun ini dapat diamankan,” tambahnya dengan nada persuasif namun tegas.
Apel Akbar ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga visi yang searah. Dengan 711 personel yang solid, Kanwil DJP Jawa Timur I optimis bahwa target Rp66,53 triliun bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah pencapaian yang bisa diraih melalui profesionalisme dan akuntabilitas tinggi.[rea]






