Madiun (beritajatim.com) – Hingga akhir September 2025, capaian penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Perum Bulog Cabang Madiun baru menyentuh angka 31,87 persen. Dari target 10.599,5 ton, baru 3.377 ton yang berhasil terdistribusi.
Kepala Bulog Cabang Madiun, Agung Sariyanto, tidak menampik angka tersebut masih jauh dari harapan. Namun ia optimistis target bisa tuntas sebelum tahun berganti.
“Masih ada waktu tiga bulan. Sisa target sekitar 7.200 ton akan kita kejar dengan penjualan rata-rata 80–90 ton per hari,” terang Agung, kamis (2/10/2025).
Untuk mempercepat penyaluran, Bulog Madiun menggandeng 190 kios di wilayah Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi. Mekanisme pembelian di kios dibatasi maksimal dua ton per konsumen. Selain itu, distribusi juga diperluas lewat program Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Pemda, TNI, dan Polri.
Agung menambahkan, strategi ini tidak hanya mengejar target penjualan, tapi juga memastikan stok beras SPHP hadir di masyarakat dengan harga terjangkau.
“Langkah ini kami lakukan agar penjualan lebih masif sekaligus menjaga stabilitas harga beras di pasaran,” tegasnya.
Program SPHP sendiri memang dirancang pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat serta ketersediaan beras, terutama di tengah fluktuasi harga pangan. (rbr/ted)






