Kediri (beritajatim.com) – Meski jumlahnya tidak banyak, semangat dan keyakinan 227 atlet dari Kota Kediri yang akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) 2025 begitu membara. Mereka adalah hasil regulasi ketat dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri, yang hanya memilih atlet terbaik dari 40 cabang olahraga.
Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, menyebut bahwa efisiensi ini bukan tanpa alasan. Dengan sekitar 70 pelatih yang mendampingi, pihaknya ingin setiap atlet yang diterjunkan benar-benar siap dan memiliki peluang besar meraih prestasi.
“Porprov 2023 kita urutan 4 dengan jumlah medali emas 56, maka kita tingkatkan di porprov ini. Alhamdulillah secara data dari pelatih-pelatih kita kumpulkan harus melakukan pemaparan ya, presentasi. Jadi kalau di Kota Kediri membuat regulasi untuk bisa ikut porprov, minimal harus medali perunggu,” katanya.
Target yang dipasang pun bukan main-main: 70 emas, 70 perak, dan 70 perunggu. Angka ini jauh lebih tinggi dari capaian Porprov sebelumnya. Namun, Eko Koko optimis dengan kekuatan yang ada saat ini.
Bagi Eko, kualitas lebih penting daripada kuantitas. Fokus KONI adalah menjamin kesejahteraan atlet agar performa maksimal bisa ditampilkan di setiap pertandingan. Tempat tinggal, stamina, dan reward menjadi perhatian utama.
“Tidak perlu banyak, efisiensi anggaran supaya atlet ini mendapat reward-nya menjadi besar. Nanti kalau atletnya yang berangkat banyak terus prestasi aja belum, tapi juga berangkat, mubadzir lho. Perlu ditingkatkan, jadi yang berangkat harus betul-betul harus mendapat medali, kalau nggak untuk apa di sana, apa cuma main-main,” kelakarnya.
Dengan dukungan anggaran sebesar Rp10 miliar dari Pemerintah Kota Kediri, KONI juga berencana memberikan bonus tambahan kepada atlet berprestasi. Tidak hanya untuk keikutsertaan di Porprov, anggaran ini juga diarahkan untuk pengembangan cabang olahraga baru.
“Jadi harapan kita ya untuk lebih meningkat lagi prestasinya dari cabang-cabang olahraga. Mungkin kita juga perlu ada tambahan cabang olahraga yang baru. Soalnya kita sebenarnya cabor yang dipertandingkan itu 58, kita berangkat cuma 40, jadi yang 18 kita tidak punya,” pungkasnya.
Dengan semangat tinggi dan dukungan penuh dari berbagai pihak, langkah 227 atlet pilihan ini akan menjadi harapan baru bagi Kota Kediri untuk kembali bersinar di panggung olahraga Jawa Timur. [nm/aje]






