Seoul (beritajatim.com) – Laga kontra Newcastle United malam ini memang hanya sekadar pramusim. Hasilnya pun juga 1-1. Tetapi, bagi Tottenham Hotspur laga yang dimainkan di Seoul World Cup Stadium itu jadi salah satu laga paling mengharukan dalam sejarah mereka.
Bagaimana tidak. Laga kali ini bisa jadi yang terakhir Spurs diperkuat Son Heung-min. Ya, kemarin kapten Spurs itu mengumumkan bahwa pramusim kali ini bakal jadi kebersamaannya yang terakhir bersama klub asal London itu.
Semakin emosional lantaran laga kontra Newcastle dimainkan di hadapan depan pendukung “asli” Son. Dia bahkan mendapat guard of honour dari pemain Spurs lainnya ketika digantikan oleh Mohammed Kudus pada menit ke-65.
Awalnya, Son terlihat tersenyum bahagia dengan yang dilakukan rekan setimnya. Tetapi, ketika duduk di bangku cadangan, tangis Son pecah.
“Suasana semakin hangat dengan semua penonton yang menyanyikan namanya ketika diganti oleh Kudus,” tulis The Athletic.
Dilansir Fabrizio Romano, klub Son selanjutnya adalah Los Angeles FC. Dia segera terbang ke Los Angeles dalam beberapa hari ke depan untuk menuntaskan kepindahannya.
Sangat mungkin Son sudah tidak ada di tim ketika berkunjung ke Allianz Arena, Munchen, melawan Bayern Munchen (7/8). Jadi, laga kontra Newcastle malam ini memang jadi yang terakhir bagi Son berkostum Spurs.
Statistik Son bersama Spurs sejak 2015 memang layak diapresiasi. Dia mencetak 173 gol dan 101 assist dari 454 laga. Dalam sedekade berkostum Spurs, Son hanya mempersembahkan trofi Liga Europa dua bulan lalu. Perpisahannya saat ini terjadi di saat tepat dengan kado perpisahan gelar di Eropa. (dio)






