Gresik (beritajatim.com) – Penantian ribuan keluarga di Kabupaten Gresik untuk menyambut kepulangan kerabat mereka dari Tanah Suci segera berakhir. Sebanyak 2.673 jemaah haji asal Gresik dijadwalkan mulai kembali ke Indonesia pada 12 Juni 2026 setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Kepulangan para jemaah menjadi momen yang telah dinantikan keluarga sejak keberangkatan mereka beberapa bulan lalu. Setelah menjalani berbagai tahapan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, para tamu Allah itu kini bersiap kembali ke kampung halaman.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gresik, Lulus, menjelaskan bahwa proses pemulangan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal kelompok terbang (kloter) yang telah ditetapkan.
Kloter 42, 43, 44, 45, dan 46 dijadwalkan tiba di Indonesia pada 12 Juni 2026. Sementara kloter 47, 48, dan 49 akan menyusul pada 13 Juni 2026.
“Untuk kepulangan jemaah haji asal Gresik dimulai pada 12 Juni 2026 dengan kloter 42, 43, 44, 45, dan 46,” ujar Lulus, Selasa (2/6/2026).
Meski jadwal kepulangan semakin dekat, seluruh jemaah asal Gresik saat ini masih berada di Arab Saudi. Yakni di Makkah usai lempar jumrah di Mina.
Sebelumnya, para jemaah telah menjalani wukuf di Arafah yang merupakan puncak ibadah haji. Setelah itu mereka bergerak menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit lantas melanjutkan perjalanan ke Mina guna menjalankan lempar jumrah.
Menurut Lulus, kondisi seluruh jemaah asal Gresik hingga saat ini dilaporkan baik dan tidak terdapat laporan gangguan kesehatan yang serius.
“Untuk jemaah haji Kabupaten Gresik, alhamdulillah sehat semua,” katanya.
Pada musim haji tahun ini, perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia. Pemerintah menerapkan sejumlah skema pelayanan untuk membantu para lansia menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan aman.
Salah satunya melalui program murur, yaitu skema yang memungkinkan jemaah lansia tetap berada di dalam bus saat berada di Muzdalifah tanpa harus turun seperti jemaah lainnya. Setelah melewati tengah malam, mereka langsung diberangkatkan menuju Mina.
Selain itu, sebagian jemaah juga mendapatkan layanan tanazul, yakni kembali ke hotel setelah melaksanakan lempar jumrah aqabah sehingga kondisi fisik mereka dapat lebih terjaga selama menjalani ibadah.
Menurut Lulus, kebijakan tersebut sangat membantu jemaah yang memiliki keterbatasan fisik agar tetap dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan baik.
Di tengah persiapan kepulangan, para jemaah masih menghadapi tantangan cuaca panas ekstrem yang melanda Arab Saudi. Karena itu, petugas terus mengingatkan agar mereka menjaga kondisi tubuh dan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku selama pelaksanaan ibadah.
Kepatuhan terhadap jadwal pergerakan dan arahan petugas dinilai sangat penting untuk menjaga keselamatan jemaah.
“Kami berpesan kepada jemaah agar tetap menjaga kesehatan karena cuaca sangat panas, serta mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku,” pungkas Lulus. [dny/but]






