Gresik (beritajatim.com)- Suasana haru menyelimuti halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Gresik saat ribuan jemaah haji resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci pagi tadi. Isak tangis keluarga pecah ketika para tamu Allah melangkah menuju bus pemberangkatan.
Para jemaah tampak kompak mengenakan seragam batik biru dipadukan kerudung hitam serta selendang hijau dan kuning. Lambaian tangan keluarga menjadi pemandangan paling menyentuh dalam prosesi pelepasan tersebut.
Keberangkatan jemaah haji Gresik dilepas langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani. Dalam rombongan itu, Wabup dr Asluchul Alif bersama sang istri juga turut berangkat menunaikan ibadah haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Gresik, Lulus, menjelaskan total jemaah haji asal Gresik tahun 2026 mencapai 2.674 orang. Jumlah tersebut berasal dari proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang sebelumnya diikuti 2.847 calon jemaah.
“Dari total tersebut terdapat mutasi masuk sebanyak 110 orang dan mutasi keluar 268 orang. Seharusnya yang berangkat 2.689 jemaah, namun ada 11 yang menunda keberangkatan dan empat calon jemaah meninggal dunia. Sehingga total yang berangkat sebanyak 2.674 jemaah,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Ia menambahkan, jemaah haji asal Gresik masuk dalam gelombang pertama akhir Embarkasi Surabaya dengan total delapan kelompok terbang (kloter).
Kloter 42, 43, dan 44 lebih dulu masuk Asrama Haji Sukolilo. Sedangkan kloter 45 dan 46 dijadwalkan masuk pada malam hari. Untuk kloter 47, 48, dan 49 diberangkatkan keesokan harinya.
“Yang kita lepas saat ini adalah kloter 46, yang di dalamnya juga terdapat WabupbGresik bersama istrinya. Beliau merupakan jemaah reguler yang sudah mendaftar sejak tahun 2012,” imbuhnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku bersyukur proses pemberangkatan jemaah haji tahun ini berjalan lancar. Ia berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan sehat dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Sebagai bentuk perhatian terhadap para jemaah, Pemkab Gresik menyalurkan 2.674 paket obat yang dibagikan kepada seluruh calon haji. Paket tersebut berisi vitamin untuk kebutuhan selama 40 hari serta obat ringan seperti obat batuk, pilek, hingga pereda nyeri.
“Kami memahami kebutuhan obat di sana cukup mahal dan akses komunikasi terbatas. Karena itu kami siapkan satu paket obat dalam travel bag khusus untuk setiap jemaah,” kata Gus Yani.
Tak hanya itu, pemerintah daerah setempat juga menyalurkan bantuan 54 unit kursi roda bagi jemaah lansia dan rentan melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kenyamanan para jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Semoga seluruh jemaah haji asal Gresik diberikan kesehatan, dimudahkan ibadahnya, dan pulang dengan selamat menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya. [dny/aje]






