Magetan (beritajatim.com) – Telaga Sarangan, salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Magetan, belakangan ini mendapat banyak keluhan dari pengunjung. Masalah seperti penataan kawasan, kemacetan, hingga perilaku pedagang menjadi sorotan.
Namun, rupanya bukan hanya pengunjung yang menuntut Pemerintah Kabupaten Magetan berbenah. Sejumlah pelaku usaha di sekitar Telaga mengaku sudah menyarankan sejumlah hal pada pemerintah. Mereka menudih pemerintah tidak cepat tanggap untuk berbenah.
Salah satu pelaku usaha hotel dari Nirwana Group, Hendri Satriyo Wibowo mengatakan kawasan Telaga Sarangan membutuhkan pembenahan total. Ia menyoroti beberapa aspek, antara lain:
1. Penataan PKL: PKL perlu dipindahkan ke lokasi khusus agar jalan wisata di tepian telaga steril. Hal ini penting untuk menjaga kenyamanan pengunjung menikmati keindahan Telaga Sarangan.
2. Pengelolaan Sampah: Hendri menyarankan agar dibuat tempat pengolahan sampah yang terintegrasi, serta optimalisasi petugas kebersihan dari hotel dan masyarakat sekitar.
3. Kemacetan: Ia mengusulkan pembuatan jalur alternatif menuju Telaga Sarangan untuk menghindari antrian panjang. Selain itu, pengunjung bisa diarahkan ke pusat oleh-oleh saat pulang untuk mengurangi beban di kawasan utama.
4. Inovasi Destinasi: Sarangan dianggap kurang inovatif dalam menawarkan daya tarik wisata baru. Monotonitas ini membuat pengunjung kehilangan minat.
“Saya melihat destinasi wisata di sekitar Sarangan seperti Tawangmangu telah berkembang pesat dan dikelola lebih baik, sehingga menjadi saingan serius,” kata Hendri, Jumat (10/01/2025).
Tak hanya Hendri, Nisan, salah seorang pelaku usaha kuliner dan hotel di Sarangan, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Telaga Sarangan yang kurang berkembang.
Dia menyebutkan beberapa masalah:
Penanganan Sampah: Tidak adanya pengelolaan sampah yang memadai menyebabkan kawasan ini terlihat kumuh. Dirinya mengaku sudah menyarankan agar ada penempatan sejumlah tempat sampah, namun dia mengaku pemerintah tak menggubris permintaannya.
Fasilitas: Minimnya tempat berteduh saat hujan dan penerangan yang tidak memadai di beberapa area menjadi keluhan utama.
Kualitas Pelayanan: Beberapa pedagang masih mempraktikkan perilaku yang kurang simpatik, seperti menaikkan harga secara tidak wajar.
Kurangnya Pembinaan: Nisan juga menyoroti kurangnya pembinaan kepada pelaku wisata. Menurutnya, pembenahan tidak cukup hanya dari segi fisik, tetapi juga harus menyentuh mentalitas pelaku usaha.
“Saya berharap pemerintah lebih mendengar dan menindaklanjuti saran dari para pelaku wisata. Perlu evaluasi menyeluruh, terutama terkait penataan kawasan dan fasilitas,” katanya.
Poin-Poin Pembenahan Penting
Berdasarkan tanggapan pelaku usaha, berikut beberapa langkah yang diharapkan dapat memperbaiki kondisi Telaga Sarangan:
1. Inovasi Wisata: Menambahkan atraksi baru untuk menarik pengunjung, seperti event tahunan, wahana, atau spot ikonik.
2. Pengelolaan Lingkungan: Memperbaiki sistem pengelolaan sampah, menyediakan tempat pengolahan, dan meningkatkan kebersihan.
3. Peningkatan Fasilitas: Menyediakan jalur alternatif, memperbaiki penerangan, dan menambah tempat berteduh bagi pengunjung.
4. Pembinaan Pelaku Usaha: Memberikan pelatihan kepada pedagang untuk meningkatkan pelayanan dan membangun kesadaran pentingnya menjaga nama baik kawasan wisata.
Pelaku usaha sepakat bahwa Telaga Sarangan memiliki potensi besar untuk kembali menjadi ikon wisata di Jawa Timur. Namun, diperlukan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk melakukan pembenahan. Tanpa langkah konkret, dikhawatirkan daya tarik wisata Sarangan akan terus menurun, dan pengunjung akan memilih destinasi lain yang lebih tertata.
Dengan pembenahan menyeluruh, Telaga Sarangan diharapkan mampu bersaing dengan destinasi wisata lain di kawasan sekitarnya dan kembali menjadi tujuan utama wisatawan. [fiq/kun]







98 Komentar
Mantab usulan para pelaku usaha , serta keluhan wisatawan harus segera ditindak lanjuti☝️☝️🤧
Ganti pejabat dinas pariwisata yg pasif dan TDK inovatif..👹🤮🤧
Segera lakukan pembenahan , menyeluruh,juga penanganan para pelaku usaha dan pembinaan pelaku usaha .agar bersikap ,Ramah ,jujur, ☝️☝️❤️💪💪💪👍🏻👍🏻👍🏻
Pengelolaan HOTEL & VILLA Serta FASILITAS , KEBERSIHAN , Sangat Perlu DIPERHATIKAN Sekali , Agar Kamar Tidak Berbau PENGAB & Kebersihan Bantal , Guling , Selimut ,
Kasur , Jadi TAMU BISA NYAMAN BERISTIRAHAT
Padahal dulu para pedagang dipinggir telaga tu santun dan bijak kalo menawarkan daganganya.sekarang sangat lain sekali..kan orang TDK harus beli apa yg ditawarkan.jadinya kurang nyaman buat pengunjung untuk santai” di pinggir telaga.
Pemda cuma butuh duitnya aja. Ga profesional mengelolanya.
Sudah di kasih kawasan alami dan indah tapi tidak di rawat dengan baik sama aja tidak mensyukuri nikmat Tuhan
Ganti pejabat dinas pariwisata Magetan Dengan yang lebih mampu
Intinya bau kotoran kuda yg utama palingg mengganggu. Jalan enak enak mau ketubruk kuda juga
Serangan dan Telaga serta potensi yang berada di dalamnya dan sekitarnya adalah kawasan yang kalau boleh disebut sebagai Kawasan Pariwisata semacam KIK untuk beberapa wilayah di Indonesia .
Untuk dapat terkelola dengan baik sehingga menjadi (1) sumber pendapatan daerah (2) penghidupan Usaha Kecil dan Menengah dan (3) Destinasi Utama Pariwisata andalan Kabupaten magetan , maka diperlukan Kemauan Politik Pemerintah dan Masyarakat Magetan dan menjadikannya sebagai Kawasan Pariwisata yang dikelola oleh Badan yang memiliki otorita dalam pengelolaannya yang terlepas dari Pemerintahan Desa maupun Kecamatan setempat kecuali yang berkaitan dengan Kependudukan dan pemukiman . Badan tersebut berupa PT yang sahamnya dimiliki 100 % oleh Pemkab Magetan atau berupa Badan Pengelolaan Kawasan Industri Pariwisata Telaga Sarangan ( BPKIP Telaga Sarangan ) yang dibentuk dan dipimpin oleh seorang Kepala Badan berdasarkan Perda semacam atau bentuk lain dari BLUD .
Maka nantinya Kawasan menjadi tertib rapih nyaman dan TRI SUKSES tadi dapat tercapai dan Karcis masuk tidak berlembar lembar . Semoga tulisan saya mengindikasikan kita terutama bagi Bupati wakil bupati terpilih .
Serangan dan Telaga serta potensi yang berada di dalamnya dan sekitarnya adalah kawasan yang kalau boleh disebut sebagai Kawasan Pariwisata semacam KIK untuk beberapa wilayah di Indonesia .
Untuk dapat terkelola dengan baik sehingga menjadi (1) sumber pendapatan daerah (2) penghidupan Usaha Kecil dan Menengah dan (3) Destinasi Utama Pariwisata andalan Kabupaten magetan , maka diperlukan Kemauan Politik Pemerintah dan Masyarakat Magetan dan menjadikannya sebagai Kawasan Pariwisata yang dikelola oleh Badan yang memiliki otorita dalam pengelolaannya yang terlepas dari Pemerintahan Desa maupun Kecamatan setempat kecuali yang berkaitan dengan Kependudukan dan pemukiman . Badan tersebut berupa PT yang sahamnya dimiliki 100 % oleh Pemkab Magetan atau berupa Badan Pengelolaan Kawasan Industri Pariwisata Telaga Sarangan ( BPKIP Telaga Sarangan ) yang dibentuk dan dipimpin oleh seorang Kepala Badan berdasarkan Perda semacam atau bentuk lain dari BLUD .
Maka nantinya Kawasan menjadi tertib rapih nyaman dan TRI SUKSES tadi dapat tercapai dan Karcis masuk tidak berlembar lembar . Semoga tulisan saya mengindikasikan kita terutama bagi Bupati wakil bupati terpilih .
Ga usah berwisata ke Telaga Sarangan lagi kalau tak ada perbaikan/ pembenahan dari Pemda nya. Kawasan wisata lain masih banyak yang bagus
Kebersihan sekitar telaga, terutama sampah dan limbah dari aktifitas sekitar telaga, ditingkatkan dan dibenahi cara dan penataannya.
Air telaga dijaga kebersihannya.
Ikon makam ditengah telaga bisa jadi latar swa foto jika ditata dan dibersihkan
Pedagaang yg mengelilingi telaga sarangan dgn terpal terpal sangat menggangu pemandangan tlaga sarangan.udah jauh jauh berkunjung eeee warung warung penjual di sepanjang telaga.buatkan pasar tersendiri biar kelihatan indahnya telaga .
Wakil rakyat dapil situ mana suaranya? 🤭🤭🤭
Saya sebetulnya seneng ke sarangan , namun ada beberapa yang hrs di benahi
1. Di telaga sendiri untuk wisata air sebaiknya pake perahu yang tidak bising saja , biar nyaman di telinga dan nyaman di pandang, dan cukup 2-3 perahu saja
2. Di sediakan sewa sepeda saja untuk keliling dgn harga yg umum ,
3. Buatlah wisatawan nyaman dan betah berlama lama tanpa gangguan apapun
Semakin lama wisatawan tinggal otomatis, sektor usaha di sekitar telaga akan menikmati hasilnya
Trimakasih informasinya , saya baru rencana ke telaga sarangan. Akhirnya saya batalkan ,semoga ada ada perubahan
Sangat setuju….👍👍👍
Saya orang Karanganyar. Tinggal di Sidoarjo. Beda banget antara pembangunan dan penataan sekitar Tawangmangu dan Sarangan. Padahal berdekatan.
Serangan dan Telaga serta potensi yang berada di dalamnya dan sekitarnya adalah kawasan yang kalau boleh disebut sebagai Kawasan Pariwisata semacam KIK untuk beberapa wilayah di Indonesia .
Untuk dapat terkelola dengan baik sehingga menjadi (1) sumber pendapatan daerah (2) penghidupan Usaha Kecil dan Menengah dan (3) Destinasi Utama Pariwisata andalan Kabupaten magetan , maka diperlukan Kemauan Politik Pemerintah dan Masyarakat Magetan dan menjadikannya sebagai Kawasan Pariwisata yang dikelola oleh Badan yang memiliki otorita dalam pengelolaannya yang terlepas dari Pemerintahan Desa maupun Kecamatan setempat kecuali yang berkaitan dengan Kependudukan dan pemukiman . Badan tersebut berupa PT yang sahamnya dimiliki 100 % oleh Pemkab Magetan atau berupa Badan Pengelolaan Kawasan Industri Pariwisata Telaga Sarangan ( BPKIP Telaga Sarangan ) yang dibentuk dan dipimpin oleh seorang Kepala Badan berdasarkan Perda semacam atau bentuk lain dari BLUD .
Maka nantinya Kawasan menjadi tertib rapih nyaman dan TRI SUKSES tadi dapat tercapai dan Karcis masuk tidak berlembar lembar . Semoga tulisan saya mengindikasikan kita terutama bagi Bupati wakil bupati terpilih .
Semoga tulisan saya mengindikasikan kita terutama bagi Bupati wakil bupati terpilih .
Tulisan tersebut terkirim bbrp kali !
Mohon maaf maksudnya bgmn ?
Sekeliling telaga harusnya buat pengunjung bkn buat berdagang
kan Aneh pengunjung keliling telaga capek mau duduk diusir klu gk beli makanan ini tempat wisata apa restoran
pokoknya nggak banget
klu masih seperti itu tak lama sarangan cma jd kenangan
Setuju
Klau mnrt saya seluruh pimpinan
Hrs punya jiwa inovasi atau improvisasi seluruh fasilitas kota atau wisata,dgn sekala prioritas atau bertahap tp pasti.krn saya lihat dari dulu sampai skrg perkembangannya lambat( semenjak saya lahir sampai skrg sdh hampir 70 thn).kami mengerti Apbd terbatas,justru yg terbatas tsb hrs ada terobosan2.maaf ini hanya pendapat dan mohon maaf jika kurang berkenan.
Saya sekeluarga pernah wisata ke telaga sarangan
Kesan saya kapok gak bakal balik lagi kecewa tidak dapat menikmati pemandangan karena banyak pedagang menguasai area tempat pengunjung wisata
Saran : pengelola wisata coba studi banding ke tempat wisata yg terkenal dan baik
Dari dulu telaga sarangan itu wisata musiman,untuk mengubah itu semua di butuhkan dana yg cukup kalaupun tak ada dana mestinya pengelola memperhatikan semua aspek,Kerja keras tanpa pamrih dari Pemda di butuhkan kalau tak ada uanga pejabat sekarang ogah ogahan,kalau tanpa pengorbanan warga dan masarakat setempat apa ada bahagia di hari esok
Serahkan padaku…jika dinas gak mampu…
Sarangan : mesti dibenahi dan dilestarikan, KAI saja bisa, undang Pak Jonan. Sarangan sumber kehidupan
Lapak Pedagan sekitar telaga sebaiknya di bongkar…merusak pemandangan, keasrian lingkungan Telaga….jadi seperti pasar..terkesan sangat kumuh…
Tolong Pemda setempat bergerak cepat…
Benahi pedagang sekitar telaga
Lapak Pedagan sekitar telaga sebaiknya di bongkar…merusak pemandangan, keasrian lingkungan Telaga….jadi seperti pasar..terkesan sangat kumuh…
Tolong Pemda setempat bergerak cepat…
Retrebusi nya di kemanakan
Pada prisipnya yang dijual adalah keindahan Telaga, sedangkan para penjual dagangan hanya tambahan pendapatan buat warga lokal.
setuju sekali…ikut prihatin ..Alloh telah ciptakan telaga dan pemandangan yg indah..tinggal kelola yg baik..sekarang mau duduk ditepi telaga tidak bisa..penuh PKL..
KEMBALIKAN SARANGAN BIAR SEPERTI LAGU
Sekira thn 2001/2002 lalu PKL Sarangan dilakukan penataan, tapi masyarakat lokal tidak mendukung, malah pd melawan petugas dan merusak mobil petugas.
Sebenarnya kata kuncinya masy loksl harus menertibkan diri, gak malah bikin lapak permanen di tepi telaga. Padahal pasar wisata telah disediaksn sejak 30 thn lalu …..
Betul pak, repot dengan pemikiran yang masih, “ngene wae wes mlaku” arep ditoto piye maneh….
Tdk ada t4 u/ nyantai pengunjung, t4 du2k di oinggir telaga dikuasai pemilik usaha kuliner. Banyak hotel tdk punya lahan parkir
Semua pinggir waduk diborong lapak jualan, tidak ada tempat santai pengunjung, warungnya juga getok harga
betul masa capek mau duduk sebentar diusir
Betul,banyak yg perlu dibenahi,bau sampah,bau kotoran kuda,perbanyak spot2 foto,mentalitas pedagang
Ya setuju
Sy kira benar sy sendiri males ke sarangan merasactdk nyaman kurang bersih kurang indah, pedagang jg sering ngetes, serba mahal sy org ngwi lebih suka Ngebel tenang nyaman semua serba murah
saya senderi jrg sih masuk telaga. gak enak banget lg asik ngobrol pkl nya nawarin smpe d taruh” d paha. trs nerusin ngobrol nya jd ga asik. kali berapa pkl yg dateng.
sarangan tidak rekomended untuk liburan!!!!!
Ya kalau hal semacam ini sudah terbiasa Bupati tidak menanggapi, kecuali mau PIKKADA baru Janji tapi ya sebatas Janji saja.
Saya yakin siapapun yg mengusulkan 1000% gk bakal digubris.
Dari pada Uang Anggaran buat membiayai SARANGAN lebih baik dimasukan KANTONG lah.
Tempat wisata yg membosankan, apalagi untuk anak anak, sama sekali tdk ada daya tariknya. hanya melihat air saja, tidak ada tempat duduk yg nyaman, di sekeliling nya tempat duduk semua milik pedagang, jika kita duduk harus beli makanannya, masak pengunjung harus muter jalan terus..kan ya capek pak…
Sayang sekali Telaga Sarangan yang dulu pernah nyaman dikunjungi.. Kini sangat memprihatinkan orang jadi malas dan mempengaruhi pengunjung lain agar gak usah je Sarangan.. Srmrawut.. Kotor fan tidak nyaman blas….
Sy wisatawan,
Yg saya rasakan
1. Toko kelontong harganya agak mahal
2. Makanan & minuman mahal
3. Sudah tidak bisa melihat telaga yg alami penuh dengan warung2
4. Saya pikir2 lg kalau ke sarangan
Ohhh kangen Sarangan….
Setuju penerangan dan tempat berteduh bagi pengunjung untuk lebih di perhatikan lagi.
Stop motor masuk pasti lancar
Ayo berubah lebih baik
Sebenarnya simpel banget benahinnya. Semua pedagang dialihkan ditempat yang sudah disediakan. Jadi para pengunjung yang masuk hanya pejalan kaki dan pemotor saja. Yang sangat memprihatinkan saat ini emang kelakuan para pedagangnya. Banyak pedagang songong seakan memaksakan barang dagangannya untuk dibeli dan juga tempat umum semua dijadikan tempat duduk bagi warungnya masing2 sehingga lahan untuk wisatawan beristirahat habis ludes oleh para pedagang di sekeliling telaga. Tolong pak bupati kalau anda tidak dungu segera dibenahi dari segi pedagangnya saja sudah pasti banyak pengunjung yang datang kesarangan nantinya jika para pedagang ditertibkan dan ditat.a rapi pengunjung pasti nyaman
Ayo masyarakat sekitar dan Pemda duduk bareng, urun rembug sambil ngopi untuk kebaikan & keberlangsungan wisata telaga Sarangan di masa depan. Ditoto bareng-bareng rek cek wisata Sarangan semakin bagus dan menarik kunjungan wisatawan.
Parkir MAHAL
ke WC juga mahal
Saya berkunjung ke saya liburan sekolah THN lalu, saya pikir sdh berkembang dan tertata rapi spt wisata di daerah lain tp ternyata masih kumuh, jajanan mahal, dan wahananya juga di bandrol harga mahal jd males mau naik, saya berkeliling ke Bali, Jogja, solo, Tawangmangu,Dieng,bandung semua wisata murah di sana apalagi di Bali padahal tempat ny bagus banget,,, coba dech sarangan di benah i mungkin akan jd Ulun Danu nya jatim
Mulai duluuu…sampai sekarang gitu2 aja, g ada inovasi2 baru yg membuat lokasi wisata tsb lbh menarik dan lbh baik. Jangan2 diurus oleh org2 yg salah !! Atau diurus oleh org2 yg ngerti mslh tp tdk mau mengerti atau memang tdk mengerti sama sekali. Perlu evaluasi menyeluruh dan tindakan nyata, bukan omon2 saja !!
Didalam area telaga sarangan berdiri bangunan2 utk rumah makan, atau cafe. Apa tdk masuk dlm DAS telaga sarangan ya, sepertinya disitu berdiri bangunan2 permanen. Alangkah baiknya Area di dalam telaga sarangan tdk berdiri suatu bangun permanen…. supaya pengunjung loss saat melihat dan menandangan telaga sarangan
Musholanya sempit.
Sarangan sekarang sangat tidak nyaman untuk berlibur, tak seperti yang dulu. Sekarang semrawut
Saran, pendapat, informasi untuk kemajuan kebaikan lebih indahnya area Wisata Telaga Sarangan bagus², tetapi jika ke depan belum ada perubahan dan pembenahan hanya omong² saja jelas “kesalip” tempat wisata lain yang baru dan lebih bagus di sekitar gunung lawu. Semangat berubah lebih baik. Sukses Berlimpah Rezeki.
Setuju terutama dari penunggang kuda saya pernah mengalami saat di tawarin naik kuda 40ribu..gilirAn udah selesai tariff nya jadi 80ribu 😁😁
Kalau saya sih gpp udah gak kaget kepruk harga. Lebih parahnya lagi ada anak kecil juga di gituin
😃😃
#itung2 ngamal tak iklas
Kemarin tgl 2 Januari saya dan keluarga dari malang berkunjung ke wisata sarangan, sarangan sekarang makin Kumu saja boss,tolong di benahi lagi pak, terutama utk kebersihannya
Gaak ada Apa²nya…cuman liat air yg gaak brani naik spedboat…Sama makan sate kelinci, itupun di tipu yg ternyata daging ayam…saya brn sumpah gaak ada yg jual asli sate kelinci di dalam wisata telaga sarangan…lebih enak di tawangmangu…banyak tempat wisata, murah², nginepnya juga murah, makanan murah enak, satenya asli kelinci…
Ada juga yang berkedok pedagang didepan WC umum, Habis kencing dipanggil dimintai biaya, padahal itu WC Milik Pemda
Tai kuda….
Sarangan sangat mungkin dibenahi
asal pemerintah ada niat, KAI saja bisa baik seperti sekarang. Undang Pak Jonan klo perlu
Sebagai orang yg lahir dan masa kecil di Magetan , saya prihatin memperhatikan dan membaca koment , usulan , kritik positif dari beberapa pengunjung/tamu, pedagang , warga sekitar
Kami sangat berharap para Leader save di Magetan segera tergugah dan tanggap
SARAN , Bila kesulitan berbenah dengan kemampuan Magetan sendiri , ada baiknya sinergi dng DISPARDA , bila perlu dng Kementerian Paiwisata , bagaimana solusi paling bijak untuk membenahi Sarangan
Semoga Magetan makin Sukses , aamiin
Kami sekeluarga KAPOK ke Sarangan saat ini. Kondisi kumuh, macet . Gak ada telaga yg bisa dinikmati. Hanya bisa lihat PKL dan Kuda juga speedboat ugal-ugalan. Memprihatinkan.
Tiket masuk nya terlalu mahal padahal gak ada hiburan apa2.. hanya telaga aja..
Tiket masuk nya terlalu mahal padahal gak ada hiburan apa2.. hanya telaga aja… mendingan di telaga ngebel..
Aq wong magetan lho emoh dolan mrono…
Ga sukanya sma pemilik kuda, galak suruh orang minggir² serasa tempat milik mereka sendiri, sok berkuasa bentak² orang
Sangat setuju dan baik sekali masukannya..mohon Bupati Magetan bersama aparatnya untuk berbenah…jangan hanya mengejar PAD..bila tdk ada yg inovatif, copot segera aparat dibawahnya..
Tujuan utama kita wisata tentu ingin menikmati keindahan alam sekitar, baru berikutnya ingin menikmati kuliner dan lain2 tapi kalau di sekitar telaga sudah penuh tikar milik pedagang, terus pengunjung suruh menikmati apa. Belum lagi pedagang keliling yg lain jowal jawil menawarkan dagangannya, benar semua juga pengin cari rejeki, tapi perlu penataan biar sama2 nyaman
Pengennya santai duduk2 Ditepi telaga lihat ikan atau perahu lewat, e semua area sudah di tempati pedagang kaki lima, pengunjung gak dapat tempat u/ area nongkrong
Telaga sarangan perlu perbaikannya dari fasum utk pengunjung, tempat berteduh saat hujan.. Dan penataan penjual pedagangnya.. Saya beli sate ayam di anggap beli sate kelinci..
Yogi Madiun :
Sekitar tahun 70an, wisata telaga Sarangan menjadi idaman dan andalan serta tempat wisata klg.
namun sekarang banyak memilih wisata klg ke wilayah Karanganyar, walaupun sekedar ngopi ataupun kuliner dgn lokasi tempat yg nyaman dan tertata rapi.
Tawangmangu best of the best. Sarangan minggir dlu. Hhhhhhhh
Ganti kadin pariwisata dgn yg muda n yg inovatif. Atau cari konsultan untk mwmbantu membenahinya.
Ganti kadin pariwisata dgn yg muda n yg inovatif. Atau cari konsultan untk membantu membenahinya.
Dahlah ga usah ke sarangan aja, sy aja yg org Magetan ogah kesana.. kumuh, bau tai kuda, duduk dpinggir tlaga berarti harus membeli makanan PKL yg ada dstu, dan rasanya ga karu2an dg harga yg lumayan mahal..
Tiket mahal. Tidak nyaman karena pinggir telaga dipenuhi PKL. Tempat untuk duduk santai kurang. Gazebo juga kurang. Pengunjung tidak bisa menikmati telaga. Tidak ada taman. Yang penting, sarangan harus berbenah diri biar cantik
Beberapa oknum penjual buah keliling yang pernah saya alami tidak jujur dalam menjual dagangannya. Mencampur buah yang sudah busuk dalam satu wadah. Sampek rumah baru ketahuan. Dan teman saya juga mengalami hal yang sama. Kecewanya sampai teringat terus.
Ada hotel tapi tidak menyediakan tempat parkir. Saya kecewa ketika menginap dengan rombongan harus berjalan menuju hotel sekitar 300 meter
Sy pernah ke sarangan naik motor baru menikmati pemandangan motor sy diusir 3 kali suruh pindah tempat karena yg punya lapak datang.susah cari parkirnya semua penuh pedagang…niatnya muter muter danau.,tapi jalannya sebagaian sempit byk sampah.dan bau…sayang sdh dikasih alam yg bagus tapi tdk bisa mengelolanya,.tempat makannya mahal kecuali nasi pecel pagi mbah mbah.murah meriah enak.
Dr luar kota baru mau menikmati telaga ternyata jl disekitar telaga kurang leluasa banyak motor dan pedagang/ kursi2
mmg sarangan sgt kumuh,,,dan krg nyaman dinikmati,,, pemda sarangan tinggal merawat saja tdk bisa ,,,apalagi membuat…kuliner jg krg enak,,hanya sekedar spy laku,,,curi tmpt strategis…
Tiket masuk terlalu mahal…
Klo pengin maju sarangan hrs berbenah, klo gitu2 aja akan semakin redup pamore sarangan, banyak mafia di sarangan itu yg hrs jadi PR utk menjadi lebih baik, gimana pemerintahan yang baru berani nggk.
benar sekali saya barusan saja ke sarangan tanggal 16 desember 2024, sekarang wisata telaga sarangan sangat kurang baik , jalannya kurang bagus, dan berjubel dengan pedagang , tidak tertata rapi penjual asongannya banyak duduk santai saja bingung Selalu didatangi penjual asongan silih berganti pingin picnik santai jadi risih , penataan sampah juga kurang bagus tidak seperti tahun 2008 waktu saya ke sana masih alami pedagannya juga ramah kapok saya kesana lagi lebih baik pilih yang lain saja
Telaga Sarangan memprihatinkan..
Tolong berikan kenyaman seputar tepi telaga.
Tidak ada kuda,
tidak ada terpal pedagang kaki5,
Ada tempat sampah.
Banyak tempat duduk santai.
Itu saja!!!
Arah ke air terjun itu lo bisa lebih dikembangkan
Sekedar masukan sja untuk pembenahan sarangan
1. Tiket masuk+parkir tp d dalam masih ditarik parkir lagi
2. Banyak pedagang yg tak tertata sehingga menutup area lokasi dan istirahat pengunjung
3. Kurangnya tempat duduk di sekeliling telaga, bahkan bnyak area pinggir telaga dimanfaatkan pedagang sehingga pengunjung hrus rela berdiri demi menikmati telaga
4. Banyak motor dan mobil yg masuk sekitar telaga sehingga kenyamanan pengunjung terganggu, belum lagi banyak kuda lewat sehingga ketakutan akan tertabrak kuda apalagi bawa anak kecil
5. Banyak yg mengeluh biaya Sewa speedboat untk di turunkan lagi supaya banyak peminatnya
6. Harga makanan hendaknya bs disesuaikan pada umumnya
Tempat wisata terkotor dan tersemrawut se indonesia.
Tempat duduk saja tak ada selain harus beli kopi
Semoga tulisan saya mengindikasikan kita terutama bagi Bupati wakil bupati terpilih .
Tulisan tersebut terkirim bbrp kali !
Mohon maaf maksudnya bgmn ?
Kapok ke sarangan
Kapok nang sarangan
Kapok nang sarangan
Kurang tempat untuk teduh dan Bau kotoran kuda menyengat banget