Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan mengaku bakal memprioritaskan penerangan jalan umum (PJU) yang berkualitas untuk masyarakat.
Hal itu tercermin melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan di ruang Command Center, Gedung Pemkab Lamongan, Lantai 3.
MoU itu berisi komitmen dan kerjasama antara Pemkab Lamongan bersama PT PLN (Persero) unit induk distribusi Jawa Timur Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bojonegoro, Gresik, Mojokerto, dan Sidoarjo. Kerjasama ini berlaku selama 5 tahun ke depan.
Menurit Bupati Lamonyan Yuhronur Efendi, MoU tentang sinergi peningkatan pembangunan dan pelayanan publik serta pelaksanaan pemungutan dan penyetoran pajak dan barang jasa tertentu atas tenaga listrik ini sesuai dengan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2022 dan Perda Nomor 10 Tahun 2023 tentang pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
“Pemkab Lamongan tidak hanya melakukan pembangunan jalan saja, namun juga akan memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang PJU. Memang tugas Pemerintah ialah memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan jalan yang layak untuk mendukung mobilisasi masyarakat sehari-hari. Untuk progres Jamula tahun 2023 ini sudah 76 persen,” tutur Bupati Yuhronur, Selasa (9/1/2024).
Bupati Yuhronur menegaskan, PJU merupakan salah satu pendukung keselamatan masyarakat dalam berkendara. Atas dasar itu, PJU diprioritaskan oleh Pemkab Lamongan.
“Seiring dengan berkembangnya zaman, listrik merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Melalui kerjasama ini kami akan terus mendorong supaya pemanfaatan listrik lebih tertib lagi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan sama, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lamongan Pujo Broto Iriawan Putra menyampaikan, PAD penerangan lampu jalan tahun 2023 melampaui target, yakni sebesar Rp 69,90 miliar dari target Rp 66 miliar.
“Alhamdulillah, Kabupaten Lamongan mampu melampaui target pada tahun 2023. Semoga PAD penerangan lampu jalan tahun 2024 yang ditargetkan Rp 86 miliar juga mampu terealisasi,” kata Pujo.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Bojonegoro, Cynthia Dewi Ariyani berharap, kerjasama ini tidak hanya untuk meningkatkan PAD dan penertiban pemakaian listrik, melainkan juga untuk melakukan perluasan ke daerah-daerah Lamongan yang membutuhkan listrik.
“Kerjasama ini saya harap bisa meluas ke daerah-daerah yang butuh listrik, karena saat ini listrik salah satu pendukung berkembangnya potensi masyarakat,” harapnya.[riq/ted]






