Bojonegoro (beritajatim.com) – Tebing di belakang SMP Negeri 2 Gondang, Dusun Tadahan, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, posisi longsoran yang sangat dekat dengan ruang kelas menjadi perhatian serius. Jarak antara material longsor dengan bangunan sekolah hanya sekitar 2 meter.
Plt Kalaksa BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung merespons laporan dari sekolah dengan menerjunkan tim ke lokasi.
“Kami menerima informasi pada pagi hari, kemudian tim langsung bergerak melakukan asesmen di lokasi bersama unsur terkait,” ujar Heru, Rabu (6/5/2026).
Dari hasil asesmen, diketahui tebing yang longsor memiliki panjang sekitar 10 hingga 12 meter dengan tinggi kurang lebih 3 meter. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan apabila terjadi longsor susulan, terutama saat hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Sebagai langkah awal, petugas telah memasang tanda peringatan di sekitar area longsor guna mencegah siswa maupun warga mendekat ke titik rawan.
Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Satpol PP Kecamatan, agen BPBD Jawa Timur, serta pihak sekolah untuk penanganan lanjutan. Pihak sekolah pun diminta segera mengajukan permohonan penanganan kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui surat resmi.
“Kami minta semua pihak tetap waspada. Apalagi kondisi tanah masih labil, sehingga potensi longsor susulan tetap ada,” tegas Heru.
Saat ini, lokasi masih dalam pemantauan dan menunggu tindak lanjut penanganan lebih lanjut dari instansi terkait. [lim/suf]






