Jember (beritajatim.com) – Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) aparatur sipil negara Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak dipangkas kendati ruang fiskal daerah terbatas,
Bupati Muhammad Fawait mengatakan, TPP di sejumlah pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi dipangkas menyusul pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.
“Tapi saya memutuskan walaupun berat, TPP untuk ASN di Kabupaten Jember tidak kita kurangi sedikitpun,” katanya, saat melantik 190 orang pejabat administrator dan pengawas, di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (23/1/2026).
Menurut Fawait, angka TPP tidak naik. “Tapi secara rasio dengan APBD kita, pada hakikatnya adalah naik. Bisa saja saya kurangi TPP. Lumayan sekian puluh miliar rupiah bisa kita peroleh,” katanya.
“Kenapa tidak saya lakukan? Karena saya yakin, kalau ASN-nya bahagia, ASN-nya merasa diperhatikan, para ASN pasti memberikan pelayanan publik kepada masyarakat Jember sebaik mungkin,” kata alumnus Universitas Airlangga Surabaya ini.
Fawait hanya meminta kepada para ASN untuk bekerja sebaik mungkin. “Pelayanan publik di Kabupaten Jember mengalami tren naik, bahkan kita menjadi salah satu yang terbaik di Jawa Timur, khususnya di Tapal Kuda. Tolong ditingkatkan, bukan dipertahankan. Kalau dipertahankan berarti kita merasa puas,” katanya.
Baru-baru ini Pemkab Jember telah meluncurkan program Peta Cinta. “Jember menjadi Kabupaten pertama di ujung timur Pulau Jawa yang memberikan pelayanan administrasi kependudukan di masa masing-masing kecamatan,” kata Fawait.
Fawait menginstruksikan seluruh ASN, termasuk camat dan perangkatnya, mengawal kebijakan ini. “Jangan sampai dipersulit lagi. Jangan sampai ada pungli. Kalau ada pungli, saya tidak mungkin tidak tahu, karena sudah ada beberapa kejadian yang telah kita lakukan penindakan,” tegasnya. [wir]






