Pasuruan (beritajatim.com) – Kebun Raya Purwodadi resmi membuka Taman Evolusi sebagai ruang edukasi baru untuk masyarakat. Area ini langsung menarik perhatian karena menampilkan sejarah perkembangan tumbuhan dalam bentuk visual.
Taman evolusi menjelaskan proses perubahan tumbuhan selama jutaan tahun yang dimulai dari alga hijau, yang kemudian beradaptasi dan berkembang menjadi tumbuhan darat pertama (Bryophyta), diikuti oleh tumbuhan berpembuluh tak berbiji (seperti paku), tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae), dan akhirnya tumbuhan berbunga (Angiospermae).
Koordinator Departemen Hortikultura Kebun Raya Purwodadi, Lilis Wulandari, menjelaskan bahwa semua tumbuhan dapat ditempatkan di Taman Evolusi selama sesuai dengan fasenya. Ia menambahkan bahwa area tersebut menggambarkan tahap mulai dari lumut hingga paku-pakuan untuk memudahkan pemahaman pengunjung.
Selain tampilannya yang menarik, pengunjung juga dapat mempelajari hubungan tumbuhan satu dengan yang lain berdasarkan tingkat perkembangan. Penjelasan visual ini dinilai mampu memberikan pengalaman edukasi yang lebih mudah diterima berbagai kalangan.
Taman Evolusi memang baru dibuka tahun ini, namun proses pembangunannya sudah berlangsung sejak dua tahun lalu. Tanaman yang disiapkan membutuhkan pendampingan khusus karena ukurannya masih kecil dan rentan rusak.
Menurut Lilis Wulandari, upaya perawatan dilakukan secara teliti agar tanaman tetap sehat hingga siap dipamerkan kepada publik. Ia menyebutkan bahwa selain perawatan tanaman ada life support system seperti misting, dripping, air RO TDS rendah yang menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas pertumbuhan setiap tanaman.
Pembukaan area ini diharapkan dapat meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap dunia botani dan pelestarian flora. Pihak pengelola optimistis bahwa Taman Evolusi mampu menjadi pusat pembelajaran flora di Jawa Timur.
Jalur pengamatan dalam ruangan disusun berurutan sehingga pengunjung mengikuti alur evolusi secara bertahap. Dengan sistem tersebut, masyarakat dapat memahami perkembangan tanaman tanpa harus membaca penjelasan panjang.
Kebun Raya Purwodadi juga menargetkan fasilitas baru ini mendukung pendidikan mulai tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Selain itu, Taman Evolusi diproyeksikan menjadi salah satu objek wisata edukasi unggulan di sektor botani.
“Taman Evolusi memberikan pembelajaran visual tentang perkembangan tanaman paling purba hingga tanaman paling modern, sehingga pengunjung khususnya pelajar bisa langsung belajar melihat tanaman tersebut dan didampingi oleh ahlinya” ujar East Deputy of Horticulture Kebun Raya Hadhiyyah N. Cahyono di Purwodadi, Jawa Timur.
Dengan hadirnya area ini, Kebun Raya Purwodadi berharap masyarakat tidak hanya menikmati keindahan tanaman, tetapi juga memahami perjalanan ilmiahnya. Fasilitas baru ini juga menjadi bukti komitmen kebun raya dalam memperluas ruang edukasi lingkungan bagi generasi muda. (ada/but)







