Magetan (beritajatim.com) – Talud penahan tanah setinggi empat meter di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan longsor dan menimpa kandang ternak warga pada Jumat (20/2/2026) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda kawasan lereng Gunung Lawu tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Eka Radityo, mengonfirmasi bahwa titik longsor berada di RT 29 RW 05 Desa Buluharjo. Laporan awal diterima dari masyarakat yang menyaksikan detik-detik robohnya struktur beton penahan tanah milik Sudarto (40).
“Informasi awal kami terima dari masyarakat terkait talud rumah bagian dapur milik Bapak Sudarto (40) yang longsor,” ujar Eka Radityo saat memberikan keterangan resmi mengenai dampak kerusakan di lokasi.
Struktur talud yang ambrol tersebut memiliki dimensi tinggi kurang lebih empat meter, panjang sekitar 20 meter, dengan ketebalan mencapai dua meter. Material longsoran yang masif tersebut jatuh dan langsung menghantam kandang ternak milik Tukiran (60) yang berada tepat di bawahnya.
Akibat hantaman material tanah dan beton, struktur talud di bagian dapur milik Sudarto dilaporkan mengalami kerusakan total. Sementara itu, kandang ternak milik Tukiran yang berukuran 4 x 15 meter juga mengalami kerusakan signifikan pada sebagian bangunannya.
Satu ekor sapi milik Tukiran sempat terjebak di dalam kandang saat material longsor mulai menimbun bangunan tersebut. Beruntung, pemilik bersama warga segera bertindak cepat sehingga nyawa hewan ternak itu berhasil diselamatkan dari timbunan.
Sapi tersebut kini telah dipindahkan ke bagian belakang rumah yang lebih aman guna menghindari risiko terkena dampak longsor susulan. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah yang terjadi di tengah malam tersebut.
Tim gabungan dari BPBD, unsur TNI/Polri, serta relawan bersama warga setempat langsung melakukan kerja bakti pembersihan material pada Sabtu pagi. Langkah cepat ini diambil untuk memulihkan akses dan meminimalisir beban tanah di sekitar lokasi kejadian.
Petugas juga melakukan pemasangan terpal di sepanjang area retakan tanah guna mencegah rembesan air hujan yang dapat memicu longsor lanjutan. Penanganan teknis ini menjadi prioritas utama mengingat curah hujan di wilayah Plaosan masih terpantau cukup tinggi.
Selain penanganan fisik, BPBD Magetan telah menyalurkan bantuan kebutuhan darurat berupa logistik dan peralatan dasar kepada para korban terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban Sudarto dan Tukiran yang mengalami kerugian material cukup besar.
Eka Radityo mengimbau seluruh masyarakat Magetan, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Perhatian khusus perlu diberikan saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam durasi lama, terutama pada malam hari.
Warga diminta segera melapor kepada perangkat desa atau petugas penanggulangan bencana jika menemukan tanda-tanda awal pergerakan tanah. Munculnya retakan pada talud atau tebing di sekitar permukiman harus segera diantisipasi sebelum menimbulkan dampak yang lebih fatal. [fiq/beq]






