London (beritajatim.com) – Newcastle United akhirnya mengakhiri puasa gelar domestik selama 70 tahun setelah menaklukkan Liverpool FC dengan skor 2-1 pada final Piala Liga dini hari tadi. Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi The Magpies, yang terakhir kali meraih trofi domestik pada musim 1954–1955 lewat Piala FA.
Ini juga menjadi gelar Piala Liga pertama bagi Newcastle dalam sejarah klub. Sebelumnya, prestasi terbaik mereka di kompetisi ini adalah finis sebagai runner-up dua musim lalu, ketika mereka dikalahkan oleh Manchester United.
Newcastle selama ini dikenal sebagai “spesialis runner-up”. Di Premier League, mereka dua kali menjadi runner-up (1995–1996 & 1996–1997). Di Piala FA, mereka juga dua kali gagal di final (1997–1998 & 1998–1999), serta di Community Shield (1955 & 1996).
“Dengan penantian yang sangat panjang, ini pasti jadi hari yang tak terlupakan bagi kami. Terutama aku. Kami mengalahkan tim yang punya penampilan terbaik di Premier League,” ujar pelatih Newcastle Eddie Howe, dikutip dari The Guardian.
Bagi Howe, kemenangan ini sekaligus menjadi gelar pertama dalam karier kepelatihannya di level kompetisi teratas. Sebelumnya, pelatih berusia 47 tahun itu hanya berhasil membawa Bournemouth meraih gelar Championship pada musim 2014–2015.
Kemenangan ini tidak hanya mengakhiri puasa gelar panjang Newcastle, tetapi juga membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim elite seperti Liverpool. Gol-gol kemenangan Newcastle dicetak oleh Dan Burn menjelang turun minum dan Alexander Isak pada menit ke-53, sementara Liverpool hanya mampu membalas lewat Federico Chiesa di injury time babak kedua.
Dengan torehan ini, Newcastle United menorehkan sejarah baru dan memberikan kebanggaan besar bagi para pendukung setia mereka yang telah menanti puluhan tahun untuk merayakan gelar domestik. [dio/beq]






