Jember (beritajatim.com) – Wakil Bupati Djoko Susanto mencurahkan isi hatinya alias curhat di hadapan puluhan peserta Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan Forum Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (20/3/2025) petang.
“RPJMD 2025-2029 adalah kerangka kerja kita, di samping memotret permasalahan yang ada, kan juga dalam rangka mengimplementasikan visi misi kami sebagai pemenang pilkada tahun 2024,” kata Djoko dalam sambutannya.
“Sedang yang dipaparkan ini tidak pernah sekalipun saya dilibatkan dalam pembahasan atau perumusannya. Bagaimana Saudara bisa mendapatkan gambaran dari kehendak kami. Ini juga sebuah problem. Apa yang akan kalian lakukan adalah dalam rangka menerjemahkan visi-misi pemenang pilkada tahun 2024,” kata Djoko.
Djoko mengingatkan agar pemerintah daerah bekerja dengan arah yang jelas. “Ora sak karepe dewe-dewe. Belum lagi kalau kita bicara bagaimana kolaborasi antardinas. Repot maneh nanti. Sambung ora?” katanya kepada hadirin.
Djoko lantas mengupas beberapa kelemahan dalam dokumen RPJMD yang dibuat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jember. “Soal (problem) masih rendahnya kualitas sumber daya manusia. Ini kan masih sangat makro. Kriteria atau kelompok manusia seperti apa yang kualitasnya rendah. Ini kan tidak tergambar,” katanya.
Djoko minta Bappeda memperbaiki dokumen RPJMD tersebut. “Menurut saya ini catatan serius untuk Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah). Apakah cara-cara seperti ini harus dilanjutkan, sehingga ujungnya akan menghambur-hamburkan uang APBD, karena apa yang jadi masalah dan apa yang akan kalian lakukan ora sambung. Wong kaliren (orang kelaparan) treatment-nya diajak nglencer. Kan seperti itu kira-kira,” katanya.
“Saya tidak mau pola-pola seperti ini dilanjutkan. Mesti harus berangkat dari kerangka berpikir yang betul, cara kerja yang betul, sistematika yang baik, sehingga apa yang akan kita lakukan berhasil dengan baik,” kata Djoko.
Djoko meminta para pejabat eselon II Pemkab Jember untuk lebih mencermati RPJMD. “Kalau perlu semua eselon II berembuk bersama, duduk satu meja, merumuskan hal-hal ini dengan baik. Sehingga mimpi bagaimana Jember baru Jember maju betul-betul terwujud,” katanya mengakhiri pidatonya.
Musrenbang dan Forum Konsultas Publik yang digelar di aula Dinas Pendidikan Jember ini adalah forum daring maupun luring yang merupakan bagian dari penyusunan RPJMD 2025-2029 dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
Sesuai undangan, acara ini dihadiri secara luring oleh 27 tamu VIP, antara lain Forkopimda Jember, DPRD Jember, perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, perwakilan Pemkab Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Lumajang.
Selain itu hadir pula 77 perangkat daerah dan badan usaha milik daerah, 35 instansi vertikal, dan 52 organisasi termasuk pers. Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) yang baru saja diperkenalkan Bupati Muhammad Fawait pekan ini diundang dengan status organisasi.
Sementara itu peserta daring terdiri atas 248 kepala desa dan lurah, Tim Penggerak PKK di 31 kecamatan, dan 31 lembaga mediasi desa dan lembaga pemberdayaan masyarakat tingkat kecamatan. [wir]







5 Komentar
Hehehe… Mulai baper baperan
Lungguh bareng yuuuk dulur Ben jargon Jember Jember maju Ben gak ganti Jember loawass Jember undur undur
obyektif aja.. pemikiran yg disampaikan Wabup benar adanya, RPJMD musti lebih fokus dan terarah
Buka aib sendiri di hadapan bawahan (publik-red.) itu merupakan kekonyolan yang telanjang. Teruslah berdendang sampai tiada yang mau ditabuh dan sifat murka angkara antarpasangan terlihat terang benderang tanpa diterawang
Semua karna cinta