Pasuruan (beritajatim.com) – Petani di Kabupaten Pasuruan kerap kali kekurangan pupuk bersubdisi. Hal itu disebabkan minimnya pupuk subsidi yang diberikan pemerintah terhadap para petani.
Menanggapi kurangnya pupuk subsidi, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengatakan dalam rapat Paripurna dalam pembahasan Raperda APBD 2023. Menurutnya para petani yang tidak terdaftar dalam RDKK tidak mendapatkan pupuk subsidi.
“Pupuk bersubsidi tidak bisa dibeli oleh petani yang tidak diusulkan dalam RDKK. Sehingga jika ada hibah pupuk, maka yang diberikan kepada para petani merupakan pupuk non subsidi,” kata Irsyad, Kamis (10/11/2022).
Irsyad juga menambahkan bahwa Pemkab Pasuruan sudah melakukan program pengembangan kawasan. Program ini sudah diusulkan oleh kelompok tani melalui musrenbang tahun lalu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-pasuruan”]
Tak hanya itu Pemkab juga memberikan edukasi kepada para petani. Edukasi yang diberikan kepada petani dalam pembuatan dan pemakaian bahan-bahan organik.
“Petani sudah kami edukasi dan dibimbing dalam pembuatan maupun pemakaian bahan organik. Edukasi ini dilakukan melalui sekolah lapangan dan juga bimbingan teknik,” tutupnya. [ada/but]






