Malang (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Partai Golkar, Miskat mengaku tidak mau bersikap pasif dalam kontestasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Malang 2024.
“Gambaran soal Pilkada Kabupaten Malang sudah ada, dengan 8 kursi di DPRD ditambah 2 kursi dari partai koalisi, sesuai aturan kami bisa mengusung calon sendiri. Kemungkinan itu ada, tinggal koalisi dan komunikasi yang mengarah pada komitmen bersama,” ungkap Miskat kepada beritajatim.com, Rabu (15/5/2024) siang
Menurut Miskat, secara internal Golkar sudah menjalin banyak komunikasi dengan parpol.
“Intinya Golkar tidak ingin pasif dalam Pilkada Kabupaten Malang. Pasti ada kejutan nanti, kita tunggu saja, insya Allah ada kejutan dari Golkar,” tegas Miskat.
Ditanya potensi Golkar untuk bersama dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) dalam Pilkada Kabupaten Malang 27 November 2024 mendatang, Miskat menjelaskan, hubungan dengan KIM masih cukup linier.
“Dengan KIM masih mencair, cukup linier dan juga bisa tidak. Posisi apakah Golkar mengusung calon sendiri atau wakilnya dengan partai lain perlu komitmen, perlu kita mantapkan komitmen dan komunikasi,” ujarnya.
Miskat menegaskan, sejauh ini Golkar punya banyak kader mumpuni di Kabupaten Malang. “Kami punya banyak kader dan nama nama yang bisa diusung dari Golkar. Kader kami bagus bagus, banyak bisa lebih dari 3 nama,” paparnya.
Ia menambahkan, Golkar pada intinya dalam Pilkada Kabupaten Malang 2024 nanti, tidak ingin ketinggalan momen. “Saya pikir waktu masih panjang dan masih mengalir. Golkar tidak ingin ketinggalan momen. Kader bagus lebih dari 3 orang yang bisa kita dorong untuk maju, bukan sekedar meramaikan saja, tapi real dalam running Pilkada baik untuk kursi N1 dan N2. Butuh komitmen saja,” Miskat mengakhiri. [yog/beq]






