Jember (beritajatim.com) – Muhammad Khozin, anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa, menolak proposal permohonan bantuan dari pengurus Fatayat Kabupaten Jember, Jawa Timur, selama menjabat di parlemen hingga 2029.
Namun Khozin menggelontorkan dana Rp 500 juta dalam program Balaghah atau Bantuan Talangan Tanpa Agunan untuk Jam’iyah. “Bantuan ini diberikan bertahap setiap enam bulan sebesar Rp 50 juta,” katanya, dalam penyerahan simbolis di Bighug Cafe, Kabupaten Jember, Jumat (1/8/2025) sore.
Khozin menyebut pemberian dana Rp 500 juta ini untuk kemandirian Fatayat agar tidak lagi bergantung pada proposal permohonan bantuan yang dikirim ke tokoh-tokoh NU, termasuk politisi PKB . “Itu untuk men-trigger agar tidak manja berorganisasi. Selama ini filosofi proposal itu ibarat kita lapar minta ikan saja. Saya enggak mau kasih ikan, saya mau kasih pancing, saya mau ajari cara mancingnya,,” katanya.
Khozin mengingatkan, organisasi yang hidup dengan mengandalkan proposal bantuan phak lain akan kehilangan marwah. “Sedikit banyak itu akan men-down grade program pemberdayaan. Jadi enggak ada istilah pemberdayaan dari proposal ke proposal,” katanya.
Melalui Balaghah, Khozin ingin menawarkan solusi pembentukan unit usaha yang dikelola anggota Fatayat sendiri. “Kami menginginkan Fatayat bisa naik kelas, bisa memiliki kemandirian secara ekonomi, bisa memberdayakan khususnya anggota dan pengurus, dan pada umumnya masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Dengan program ini, Khozin mengajak Fatayat untuk memikirkan model bisnis dan pemberdayaan ekonomi agar bisa tumbuh. “Saya yakin ini akan jauh lebih bermanfaat dibanding hanya hidup dari proposal ke proposal yang lain,” katanya.
Ketua Pengurus Cabang Fatayat Jember Nurul Hidayah menyebut program Balaghah itu sesuai dengan cita-citanya. “Cita-cita kami juga bagaimana bisa membangun kemandirian organisasi melalui usaha-usaha yang bisa dikembangkan dan bisa menopang aktivitas organisasi,” katanya.
Fatayat Jember akan menindaklanjuti bantuan itu dengan menyusun dan melengkapi sistem internal organisasi. Nurul ingin pengelolaan dan jaminan agar permodalan ini berjalan sesuai dengan rencana. “Nanti dari permodalan ini kami akan mendistribusikan kepada sahabat-sahabat, khususnya di pimpinan cabang dan pimpinan anak cabang yang mempunyai usaha,” katanya.
Nurul mendukung usaha yang sudah ada maupun ide baru. “Asalkan business plan-nya jelas, mulai dari konsep, perencanaan, dan bisa mempertanggungjawabkan itu akan kami sangat pertimbangkan,” katanya. [wir]






