Surabaya (beritajatim.com) – Dewasa atau tidaknya mental seseorang kerap dikaitkan dengan cara ia dalam mengontrol emosinya. Mental yang telah dewasa, cenderung akan merespon atau bertindak dengan kepala dingin dan penuh perhitungan. Tidak gegabah seperti anak remaja yang mungkin kerap menggebu-gebu dan tanpa berpikir panjang.
Dengan kontrol emosi, bukan berarti seseorang tidak boleh merasa marah atau kecewa. Melainkan bisa membedakan mana yang boleh dan mana yang tidak, seperti teriak-teriak, melempar barang, atau bahkan bermain fisik.
Sebenarnya, tak hanya faktor kontrol emosi. Seseorang dengan mental belum dewasa juga mempunyai ciri khusus yang tentu saja berbeda. Berikut beberapa di antaranya;
Belum bisa terima kenyataan
Kerap kali yang terjadi pada mental seseorang yang belum dewasa ialah rasa sulit menerima kenyataan. Dalam pikirannya, semua yang direncanakan dan diinginkannya harus sesuai.
Alhasil, jika sesuatu keluar dari hal tersebut atau kenyataan yang didapatkan buruk, ia tidak akan bisa menerimanya. Ia pun lupa, bahwa tak semua hal bisa berjalan sesuai rencana atau kesiapannya.
Tidak bertanggungjawab
Mental yang belum dewasa juga biasanya minim kesadaran akan tanggungjawab. Bahkan, mungkin mereka paham dan sadar, tapi tetap tidak mau bertanggungjawab atas apa yang telah ia lakukan secara sengaja ataupun tidak.
Berbeda dengan orang yang bermental dewasa, ia berani mengakui jika ia salah, tidak melepaskan tanggungjawabnya bahkan sebelum hal terkait benar-benar dituntaskan.
Adu domba
Setiap orang tentu punya suatu harapan atau keinginan. Namun, jika cara untuk mendapatkan dengan cara adu domba dan perbuatan buruk lainnya, itu menandakan bahwa mentalmu belum dewasa. Alih-alih berusaha dengan baik agar berhasil, seseorang justru memilih jalan yang tidak sepantasnya. (Fyi/ian)






