Jember (beritajatim.com) – Tahun ini, Jember Fashion Carnaval (JFC) bukan satu-satunya atraksi wisata yang menarik di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Para wisatawan tak hanya memperoleh sajian karnaval, tapi mengikuti tur keliling kota (city tour) dengan naik angkutan Sultan gratis.
Angkutan Sultan adalah angkutan umum perkotaan yang dimodifikasi eksklusif dilengkapi perangkat suara dan pendingin, sehingga penumpang merasa nyaman. Kendaraan ini digunakan untuk program City Tour dan wisata religi yang diluncurkan Bupati Hendy Siswanto pada 25 Maret 2022.
Wakil Ketua Yayasan JFC David Susilo mengatakan, ada 10-20 angkutan Sultan yang diajak kerja sama dan tersebar di 12 hotel di pusat kota. “Angkutan Sultan ini akan stand by di hotel-hotel yang sudah ditunjuk, dan melayani wisatawan yang datang untuk menikmati event JFC sekaligus menikmati suasana kota Jember secara gratis. Harapannya ada multiplier effect pemberdayaan masyarakat untuk angkutan transportasi tradisional,” katanya, Kamis (3/8/2023).
David sudah berkoordinasi dengan pengemudi angkutan Sultan untuk membantu fasillitas pelayanan antar jemput wisatawan dari hotel ke venue atau tempat-tempat wisata sekitar perkotaan Jember. “Kami bekerja sama dengan angkutan Sultan untuk angkutan gratis City Tour. City Tour di sini adalah kegiatan yang mengelaborasi keberadaan angkutan Sultan dengan destinasi wisata di perkotaan,” katanya
“Harapannya, dengan angkutan Sultan yang sudah di-upgrade, bisa meningkatkan layanan kepada wisatawan yang bermalam di hotel. Dengan begitu mereka merasa termanjakan dengan angkutan Sultan gratis, baik hotel di pusat kota maupun di pinggir kota, untuk menikmati suasana heritage Jember,” kata David.
JFC tdak hanya menggandeng angkutan Sultan, tapi juga becak wisata, ojek pangkalan, dan ojek aplikasi online. David menegaskan, para pelaku transportasi umum tradisional adalah bagian yang mendukung kesuksesan JFC. “Harapannya mereka akan optimistis, bahwa event JFC adalah bagian dari sinergi dan kolaborasi yang berdampak positif bagi transportasi kerakyatan,” katanya.
“Kolaborasi ini diharapkan bisa membangun kesepahaman dan tujuan yang sama untuk menggerakkan community based tourism. Jadi JFC bisa menggerakkan semua komponen masyarakat menjadi satu kesatuan utuh. Bukan hanya untuk menyukseskan event JFC, tapi semua warga menikmati dampak yang dihasilkan secara ekonomi, branding image, dan sosial budaya,” kata David.
Selama ini, menurut David, JFC sudah berusaha menjadi pemicu yang mendorong sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan usaha mikro kecil menengah di Jember. Ia ingin semua potensi UMKM dan ekonomi kreatif sama-sama bergerak dengan memanfaatkan momentum JFC.
“Baik itu dari eksibisi JFC yang kami sediakan di alun-alun, atau membawa wisatawan ke lokasi-lokasi home industry, apakah itu batik, pusat oleh-oleh, atau tempat-tempat wisata dan budaya, untuk mengenalkan potensi Jember,” kata pria yang juga dosen di Universitas PGRI Argopuro Jember ini.
JFC yang digelar pada 4-6 Agustus 2023 memasuki penyelenggaraan ke-21 setelah sempat terhenti pada 2020 karena pandemi Covid. Dengan tema besar Timelapse: Journey of The Earth, JFC menampilkan defile busana yang bercerita tentang perjalanan bumi sejak awal penciptaan hingga hari ini. Setiap defile disebut dengan Chapter atau Bab, seperti ingin menunjukkan babakan demi babakan.
Rencananya, pada 4 Agustus 2023, akan ada tiga karnaval yakni Pet Carnival (karnaval hewan piaraan), WACI (Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia), dan Art Wear. Pada 5 Agustus digelar Kids Carnival dan Grand Carnival. Sementara pada 6 Agustus dilaksanakan acara lanjutan expo dan puncak penutupan event. “Ada perform stage di alun-alun,” kata Presiden JFC Budi Setiawan.
Sambutan pelaku pariwisata cukup bagus. Menurut David, ada beberapa agen perjalanan yang sudah menawarkan paket wisata empat hari tiga malam di Jember. “Ke depan JFC bukan hanya memperkenalkan potensi karnaval, tapi bersama para pelaku pariwisata lain mengangkat branding image Jember menjadi kota destinasi event. Destinasi event yang kami harapkan adalah bagaimana orang mau belajar membuat event karnaval bukan di kota lain tapi di Jember. Harapan kami JFC ini bagian tak terpisahkan dari program Jember Keren,” katanya. [wir]






