Ringkasan Berita:
- Pemkab Blitar tidak hadir dalam agenda Presiden Prabowo di Nganjuk.
- Bupati Rijanto menyebut ada instruksi khusus dari Istana untuk standby di daerah.
- Presiden meresmikan Museum Marsinah dan 1.061 Gerai KDMP.
- Sebanyak 185 gerai KDMP di Kabupaten Blitar telah selesai dibangun.
Blitar (beritajatim.com) – Ketidakhadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Blitar dalam agenda peresmian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) oleh Prabowo Subianto di Nganjuk sempat menjadi sorotan publik.
Namun, Rijanto menegaskan kondisi tersebut terjadi bukan karena diabaikan, melainkan karena adanya instruksi khusus dari Istana.
Menurut Rijanto, Kabupaten Blitar bersama sejumlah daerah lain seperti Kediri, Jombang, Mojokerto, Lamongan, dan Bojonegoro memang diminta untuk tetap standby di wilayah masing-masing.
“Alhamdulillah, Blitar sendiri memang tidak diundang (ke lokasi utama), makanya tidak diabsen. Karena khusus untuk wilayah Blitar, Kediri, Jombang, Mojokerto, Lamongan, dan Bojonegoro ini diperintahkan harus standby di tempat. Agendanya adalah wawancara langsung secara virtual dengan Pak Presiden,” ujar Rijanto, Sabtu (16/5/2026).
Dalam kunjungan kerja di Jawa Timur tersebut, Presiden Prabowo meresmikan Museum Pahlawan Nasional Marsinah sekaligus meluncurkan operasional 1.061 Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.
Menindaklanjuti program nasional itu, Pemkab Blitar mengklaim pembangunan gerai koperasi di wilayahnya menunjukkan progres signifikan.
Rijanto menyebut hingga saat ini sebanyak 185 titik Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Blitar telah selesai 100 persen dan siap dioperasikan.
Sementara itu, 51 titik lainnya masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan rampung pada Juni 2026 mendatang.
Meski terdapat sejumlah kendala, terutama terkait pembebasan lahan di beberapa desa, Pemkab Blitar optimistis seluruh proses dapat segera diselesaikan.
Setiap gerai koperasi nantinya juga dilengkapi berbagai fasilitas operasional seperti armada logistik, pendingin ruangan, rak komoditas hingga fasilitas klinik kesehatan.
“Setelah ini, saya akan segera mengumpulkan seluruh stakeholder terkait. Kami bertekad untuk terus mendampingi para pengurus dan tenaga teknis di lapangan agar mereka dapat bekerja secara profesional. Ini adalah langkah nyata kita untuk menggerakkan ekonomi rakyat sesuai dengan visi besar Presiden,” pungkas Rijanto. [owi/beq]






