Tuban (beritajatim.com) – Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Tuban yang demo pada selasa 7 Oktober 2025 di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban bersama mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban terpaksa bakal berjualan di Alun-Alun Tuban pada hari sabtu dan minggu lusa.
Dalam aksi tersebut, para PKL membawa gerobak dagangannya di depan kantor Pemkab Tuban sebagai bentuk kekecewaannya karena dagangannya tidak laku, usai dipindah di kawasan Pantai Boom Tuban.
Menurut Ketua PMII Tuban, Ahmad Wafa Amrillah bahwa selama 10 bulan setelah pembangunan Alun-Alun Tuban para PKL dilarang berjualan dan dipindah ke kawasan Pantai Boom Tuban, sehingga para PKL ini merasa ditelantarkan dan tidak ada solusi dari Bupati Tuban. “Maka tuntutan kami bersama PKL ini pengen kembali berjualan di Alun-Alun Tuban,” ujar Ahmad Wafa Amrillah.
Wafa sapaan akrabnya ini juga menyampaikan perwakilan Bupati Tuban yang diminta menemui massa juga tidak memberikan solusi. “Jadi Bupati Tuban ini pengennya Alun-Alun Tuban tetap steril dari para PKL,” imbuhnya.
Terkait dengan massa yang hendak berjualan pada hari sabtu dan minggu lusa ini, Wafa akan ikut mengawal. Sehingga, diharapkan mereka dapat berjualan kembali di Alun-Alun Tuban.
Sementara itu, salah seorang pedagang Siwalan bernama Misri (48) asal Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban menangis saat dirinya tidak dapat berjualan kembali, lantaran di kawasan Pantai Boom tidak laku. “Saya sudah gak jualan beberapa bulan, bahkan saya ngasong saja gak dibolehkan sama Satpol PP,” ungkap Misri.
Menanggapi hal itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban, Drs. Agus Wijaya, M.AP menjelaskan bahwa kewenangan itu sepenuhnya ada di Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.
“Sebetulnya kami menyadari tuntutan dari para PKL, namun demikian kami terbentur dengan penataan lokasi, dimana penataan lokasi di Boom mereka belum siap,” tutur Agus Wijaya.
Agus sapaannya ini juga menyarankan bahwa PKL jangan kembali berdagang di Alun-Alun Tuban. Sebab, penataan ini sudah mendapat apreasiasi dari masyarakat Tuban serta khususnya peziarah.
“Intinya jangan kembali lah Alun-Alun sudah kita jaga sedemikian rupa, semua sudah nyaman dengan kondisi ini, karena kalau Alun-Alun diisi dengan PKL, saya yakin kondisi akan semrawut tidak tertata dengan baik,” pungkasnya. [dya/kun]






