Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menyerukan pesan dua Bapak Bangsa, Bung Karno dan Bung Hatta, kepada peserta gerak jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) 30 Kilometer, yang berkumpul di garis start alun-alun Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (31/8/2024).
Gerak jalan yang berusia lebih dari empat dasawarsa itu tahun ini diikuti 15.155 orang peserta. Hendy menyebut Tajemtra bukan hanya sekadar gerak jalan, bukan hanya olahraga. “Namun di sinilah spirit dan kekuatan sosial masyarakat,” katanya saat berpidato membuka acara.
Menurut Hendy, Tajemtra adalah tempat pertemuan seluruh lapisan sosial masyarakat tanpa memandang sekat identitas kesukuan, primordialitas, maupun latar belakang agama. “Di sini warga saling bertegur sapa penuh kehangatan. Tidak ada jarak. Dan itu sesungguhnya substansi relasi manusia, sebuah kerelaan untuk saling berbicara satu dengan yang lain,” katanya.
Tajemtra adalah perwujudan karakter bangsa Indonesia yakni gotong royong. “Bung Karno pernah mengatakan, ‘gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Holopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama. Itulah gotong royong,” kata Hendy.
Kekuatan gotong royong pula, menurut Hendy, membuat masyarakat Jember mampu keluar dari krisis kesehatan pandemi Covid-19. “Dan selama 3,5 tahun saya memimpin Jember bersama (Wakil Bupati) Gus Firjaun, dengan gotong royong dan sinergi, pembangunan berjalan sesuai rencana. Memang masih ada kelemahan, namun dengan kerja keras bersama, insyaallah kita bisa segera memperbaikinya.dengan baik,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Hendy juga menyampaikan pesan kepada warga agar menjaga kerukunan dan persaudaraan menjelang, selama, dan sesudah pemilihan kepala daerah. “Perbedaan politik adalah fana, seduluran sudah pasti selamanya. Pilkada adalah bagian dari upaya demokratis untuk memilih pemimpin yang bersedia melayani masyarakat dengan baik,” katanya.
Hendy kemudian menyampaikan pesan Wakil Presiden Mohammad Hatta tentang demokrasi. “Demokrasi hanya berjalan kalau disertai rasa tanggung jawab. Tidak ada demokrasi tanpa tanggung jawab,” katanya.
Hendy meminta warga menyongsong pilkada dengan penuh rasa tanggung jawab dengan mendatangi tempat pemungutan suara. “Pilihlah sesuai hati nurani dan dengan memperhatikan rekam jejak calon kepala daerah dan wakilnya. Karena dari sinilah nasib Jember ditentukan hingga lima tahun ke depan,” katanya. [wir]






