Surabaya (beritajatim.com) – Memiliki tubuh mungil dengan dengan postur 169 cm, siapa sangka jika Taise Marukawa kini menjadi idola tim sepak bola Indonesia karena kualitas bermainnya cukup moncer sejak bergabung dengan Persebaya.
Bahkan Taise menjadi salah satu pemain yang dijuluki mesin pencetak gol meski posisinya bukan seorang penyerang.
Aji Santoso menceritakan awal mulai terpikat dengan si mungil asal Hirosima, Jepang ini. Siapa sangka jika Taise sebelum bergabung dengan Persebaya banyak tim yang menolak ketika sang agen menawarkan jasanya untuk bermain di Indonesia.
Karena banyak tim yang merendahkan permainan Taise karena postur tubuhnya dianggap tidak ideal, bahkan di tim sebelumnya saat di FC Noah Jurmala liga Latvia, Taise bukan pemain inti yang diturunkan seratus persen di setiap pertandingannya.
Namun ketika Aji ditawarkan dan melihat bagaimana performa permainan lincahnya ia kepincut dan beranggapan sosok pemain kelahiran 30 Januari ini bisa berkembang dan bisa menjadi bintang.
“Jadi dulu agennya waktu awal menawarkan Taise cerita kalau Taise ditawarkan ke beberapa tim Indonesia tapi ditolak karena posturnya tidak ideal bahkan di tim lamanya dia tidak 100 perseb masuk line-up tapi saya lihat bisa ini berkembang jika di Persebaya akhirnya saya terima dia. Eh sekarang dia jadi bintang paling moncer bukan sebagai penyerang tapi masuk dalam jajaran top skor,” ungkap Aji Santoso.
[berita-terkait number=”4″ tag=”taise-marukawa”]
Sejak masuk di putaran kedua, bergabung dengan Persebaya performa Taise mencuri perhatian sepak bola Indonesia karena kelincahan dan kecepatan permainnya dalam mengecoh lawan. Bermain dalam 20 pertandingan Taise telah mengumpulkan 12 gol dan 7 assist catatan terbaik sebagai gelandang serang.
Di bulan mei 2022, kontrak Taise berakhir dengan Persebaya, namun bagaimana nasib pemain berusia 25 tahun ini. Aji Santoso akan merapatkan dengan tim manajemen untuk mempertahankan atau melepas Taise.
“Di musim berikutnya nanti saya akan rapatkan dengan tim manajemen dilihat nanti saja bagaimana hasil akhirnya,”ungkap Aji. [way/ted]





