Lamongan (beritajatim.com) – Hingga saat ini, Persela Lamongan masih mendekam di zona degradasi Liga 1 2021/2022 bersama tim lainnya yakni Persipura Jayapura dan Persiraja Banda Aceh.
Tim kebanggaan warga Kota Soto ini tertahan di posisi ke-17, dengan koleksi 20 poin, atau terpaut 7 poin dari tim yang berada di peringkat 15 atau satu strip di atas zona degradasi, yakni Barito Putera dengan raihan 27 poin.
Dengan ketertinggalan poin tersebut, maka Persela harus mendapatkan 9 poin atau 3 kali kemenangan agar bisa merangsek ke peringkat 15 dan mengamankan posisinya dari ancaman degradasi. Hal tersebut bisa terjadi, dengan syarat Barito Putera sama sekali tidak menambah poin. Namun, rasanya mustahil jika mengharapkan Barito mengalami kekalahan beruntun di 6 laga sisa yang mereka jalani.
Nasib Persela di Liga 1 ini ditentukan dalam beberapa pertandingan ke depan. Di sisi lain, masyarakat Lamongan masih menanti keajaiban datang. Mereka tak rela jika tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini harus terlempar dari kasta tertinggi kompetisi sepakbola nasional.
Selain itu, segala harapan dilontarkan oleh sejumlah suporter Persela. Mereka sangat berharap tim kebanggaannya bisa meraih poin penuh pada 6 laga ke depan. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh salah satu kelompok suporter fanatik Persela, Curva Boys. Mereka menyebut, kemenangan menjadi syarat mutlak bagi Persela untuk memperlebar peluangnya bisa keluar dari zona degradasi.
“Jika melihat peluangnya tentu saja sangat sulit. Tetapi di dalam sepakbola tidak ada yang tidak mungkin. Dengan demikian, dalam 6 pertandingan selanjutnya harus dipastikan Persela selalu menang. Satu kali kalah saja, maka langkah selanjutnya akan semakin berat,” ujar salah satu pentolan Curva Boys, Miftahul Arif, Kamis (3/3/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”persela-lamongan”]
Meski masih ada kekurangan yang harus diperbaiki, menurut Arif, performa Persela dalam dua pertandingan terakhir cukup menjanjikan. Pasalnya performa permainan Persela meningkat. “Dari performa dalam 2 pertandingan terakhir. Peningkatan permainan cukup terlihat. Tetapi di sektor pemain bertahan seringkali kehilangan konsentrasi dan itu harus menjadi fokus perbaikan dalam sisa pertandingan berikutnya,” terangnya.
Oleh sebab itu, pria yang akrab disapa Basir ini mengaku masih cukup optimistis jika Persela akan mampu meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya guna memperbaiki peringkatnya di papan klasemen Liga 1. “Untuk keyakinan, saya pribadi masih tetap optimis Persela akan tetap bertahan di Liga 1. Persela akan menemukan cara di dalam permainan untuk tetap bertahan. Sampai hari ini saya percaya. Persela saat ini tidak padam dan tak akan pernah padam. Hanya sedikit redup saja,” paparnya.
Lebih lanjut, Basir mengatakan, jika Persela bisa bertahan di Liga 1, maka harus berbenah secara total, agar musim berikutnya mampu meraih prestasi yang lebih baik. “Kami sangat berharap, tata kelola Persela bisa segera di perbaiki. Baik dari segi finansial ataupun pembinaan pemain. Cukup 2 tahun kebelakang saja yang menjadi pelajaran bagi kita semua. Tahun depan harus lebih baik,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum LA Mania, Saptaya Nugraha menuturkan, pihaknya masih tetap yakin Persela mampu bertahan di Liga 1. Ia menyebut, Persela masih punya kesempatan untuk keluar dari ancaman degradasi.
“Peluang memang sangat kecil, tapi kompetisi belum selesai. Sekecil apapun, peluang itu tetap ada, kami tetap optimis. Secara permainan Persela ada peningkatan, tapi pemain kurang konsentrasi sehingga bisa terbalas,” tutur Nugraha. [riq/suf]






