Bondowoso, (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menyalurkan bantuan bibit jagung dan padi kepada para petani setempat tahun ini.
Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kepala DPKP Kabupaten Bondowoso, Hendri Widotono, mengungkapkan bahwa pada tahun ini bantuan bibit jagung diberikan untuk lahan seluas 2.300 hektare.
Setiap hektare mendapatkan 15 kilogram bibit, sehingga total bibit yang disalurkan mencapai 35.500 kilogram atau 35,5 ton.
Selain bibit jagung, pemerintah juga menyalurkan bantuan bibit padi varietas Inpari 32. Bantuan ini diberikan untuk lahan seluas 6.050 hektare, dengan jatah 25 kilogram bibit per hektare.
Secara keseluruhan, jumlah bibit padi yang didistribusikan mencapai 151.250 kilogram atau 151,2 ton.
Menurut Hendri, program ini merupakan bentuk dukungan Pemkab Bondowoso dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Ini sejalan dengan kebijakan ketahanan pangan nasional yang digagas pemerintah pusat,” ujarnya kepada beritajatim.com, Minggu (2/3/2025).
Lebih lanjut, Hendri menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) tematik ketahanan pangan tahun ini.
Namun, pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak juknis) sebelum mengajukan usulan penerimaan dana tersebut.
“Saat ini kami belum mendata dan mengajukan usulan karena masih menunggu juklak juknis dari pemerintah pusat,” katanya.
Sebagai informasi, pada periode 2021-2023, DAK tematik difokuskan pada sektor pariwisata, sedangkan sejak 2024 hingga saat ini, DAK dialokasikan untuk ketahanan pangan.
Selain bantuan bibit, Pemkab Bondowoso juga telah merencanakan pembangunan infrastruktur pendukung pertanian.
Tahun ini, pemerintah daerah akan membangun 137 titik saluran irigasi, perpompaan, dan perpipaan guna memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian di wilayah tersebut.
Dengan adanya berbagai program ini, diharapkan produktivitas pertanian di Bondowoso terus meningkat serta mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor pertanian guna mendukung kesejahteraan petani,” tegas Hendri. [awi/aje]






