Seorang mahasiswi asal Kabupaten Demak, Jawa Tengah, berinisial JA (24) ditemukan meninggal dunia bersama bayi di kamar kosnya, di Jalan Sumatra, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
KUMPULAN BERITA tewas Jember
Baru sembilan bulan menjalani hukuman dari vonis tujuh tahun, Marsuki bin Surahmat (50), seorang narapidana narkoba, meninggal dunia setelah tercebur ke sumur sedalam 15 meter, di Lembaga Permasyarakatan Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Zamroni Ulfa, Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Jember, Jawa Timur, menilai ada kejanggalan dalam kematian Kholik Budiarto (49) yang dikabarkan terjatuh dari lantai dua sebuah ruko.
Kholik Budiarto, seorang anggota Pemuda Pancasila, meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai dua sebuah rumah toko, di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (8/7/2024). Pengurus mencurigai kematian Kholik tak wajar.
Endang Kaeni (68), perempuan warga Dusun Kebonan, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur meninggal dunia, setelah jadi korban perampasan saat hendak membeli bekicot di Kabupaten Jember, Senin (27/5/2024).
Penyebab kematian Edi Sumanto (60), warga Jalan Manggar X, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, masih misterius. Tubuhnya ditemukan terkapar berlumuran darah di rumahnya, Rabu (13/12/2023), namun tidak ada tanda kekerasan di tubuhnya.
Dinas Sosial Kabupaten Jember, Jawa Timur, berupaya menyembuhkan trauma RKZ (6), anak kedua Khusnul Khotimah (31), perempuan warga Dusun Krajan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang yang ditemukan suaminya mati gantung diri, Sabtu (17/6/2023) dini hari kemarin.
Peristiwa tragis bunuh diri yang dilakukan ibu dan anak mengguncang Kabupaten Jember, Jawa Timur, dua kali dalam jangka waktu sembilan hari, yakni di Kecamatan Silo dan Kecamatan Patrang.
“Sang istri mengalami halusinasi, mendapatkan bisikan-bisikan tidak jelas. Bisikan tanpa wujud, dalam hal ini bisikan gaib,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Moch. Nurhidayat.
Mulyono menjadi kades sejak 2014. Sebelumnya dia adalah seorang pedagang ayam dan pernah menjadi kepala dusun selama tiga tahun.









